Buntut Pembunuhan Sekuriti LNG-Tangguh, Keluarga Korban Blokade Jalan Utama Kota Sorong

- Selasa, 25 Juni 2019 09:23 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201906/blokade-jalan_07.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | SORONG – Puluhan warga yang mengaku keluarga dan kerabat Simon Harar, petugas sekuriti di LNG–Tangguh yang ditemukan tewas di  areal perkebunan pisang di Puncak Bahari Kota Sorong pada Senin 24 Juni 2019 lalu, memblokade jalan utama Kota Sorong, tepatnya di kawasan Sorpus,  Kota Sorong, Papua Barat.

Blokade dilakukan dengan menggunakan ranting pohon, batu serta membakar sejumlah ban bekas, Selasa (25/6/2019).

Aksi ini mereka lalukan untuk menjegat kedatangan BRS (35), warga Klademak-2, Klaligi, Kota Sorong, yang merupakan terduga pelaku utama penganiayaan hingga tewasnya Simon Harar. BRS kabarnya akan tiba di Sorong dengan menumpang maskapai penerbangan domestik.

Namun mempertimbangkan faktor keamanan, permintaan warga ditolak pihak kepolisian.

“Mereka memaksa untuk pelaku yang saat ini sedang kita bawa dari Polda Papua menuju Kota Sorong, dihadirkan ke tengah-tengah keluarga. Ada mekanisme, ada prosedurnya. Kami berkeberatan dengan alasan keamanan,” jelas Kapolres Sorong Kota, AKBP Mariochristy Siregar usai menemui pihak keluarga Simon Harar.

Warga pun dihimbau untuk tindak melakukan tindakan anarkis dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian.

“Untuk prosesnya tetap kita lanjutkan. Untuk 351 ayat 3, kita tindaklanjuti, kita penuhi berkasnya. Satu yang sudah kita dapatkan, untuk beberapa nama sudah kita kantongi dan kita masih lakukan upaya pengejaran pelaku-pelaku lain,” ujar Mariochristy.

Akibat blockade tersebut, arus lalu-lintas dari dan ke lokasi terpaksa dialihkan sementara. Blokade akhirnya dibuka oleh pihak kepolisian setempat setelah melalui proses mediasi bersama pihak keluarga korban.

Pantauan digtara.com, kerumunan massa kerabat keluarga korban, hingga kini masih memenuhi halaman Mapolres Sorong Kota, menanti kedatangan sang terduga pelaku.

[AS]


Tag:

Berita Terkait

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kabar

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo