Gembong Narkoba Asahan Seret Anak dan Menantunya ke ‘Jeruji Besi’

- Jumat, 12 Juli 2019 06:19 WIB

Warning: getimagesize(https://www.digtara.com/cdn/uploads/images/201907/Gembong.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | MEDAN- TA (50) gembong narkoba asal Tanjung Balai yang berprofesi sebagai nelayan ini bukan hanya sendirian melakukan aksinya tersebut, ia juga mengajak 6 orang lainnya yang juga seprofesinya sebagai nelayan.

Bahkan, ayah empat anak ini juga mengajak anak kandung dan menantunya guna ikut terseret kedalam bisnis haram itu. “Disini ada yang unik, tersangka TA ini malah mengajak anak dan menantunya,” ujar Karo Humas BNN RI, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo.

Sulistyo mengatakan, peran kedua anggota keluarga TA sebagai penyimpan dana yang kirim oleh S yang merupakan bos TA diduga warga Negara Malaysia yang saat ini masih dalam pengejaran.

“H anak kadungnya dan A menantunya masing-masing berperan sebagai tempat penyimpanan dana yang dikirim oleh bos TA,” ungkapnya.

Sementara itu, TA mengaku mengenal S melalui temannya yang bekerja di Malaysia, saat itu ia ditawari pekerjaan oleh temannya tersebut.

“Saya baru sekitar lima bulan mengenal S di Hotel Labana Jalan Abdullah Lubis Medan pak,” ujarnya.

Namun ia tidak mengetahui pasti dari mana asal bos nya tersebut. “Saya enggak tau pak dia dari mana, cuman kalau dari bahasa nya ada logat Malaysia nya,” ujarnya.

Setelah bertemu dengan S, ia ditawari pekerjaan dengan upah yang menggiurkan dan disuruh oleh S untuk membukakan rekening agar mudah melakukan transaksi. “Saya disuruh sama S untuk buka rekening keluarga, makanya saya suruh anak dan menantu saya untuk buka rekening Bank,” terangnya.

A mengatakan disuruh oleh mertuanya untuk membuka rekening pada akhir tahun 2018 lalu. “Saya disuruh oleh mertua saya untuk buka rekening katanya untuk usaha,” ujarnya.

Lanjut dikatakannya beberapa bulan kemudian ia mengatahui kalau di dalam ATM miliknya masuk uang dengan total miliiaran rupiah. “Tau bang, cuman saya enggak berani tanya kata mertua uang bisnis dia,” ungkap ayah dua anak ini.

Namun ia tidak berani menanyakan lebih detail bisnis apa yang dijalankan oleh mertua nya tersebut. “Enggak berani bang, dan pun saya enggak ada pakai uang itu, karena buku dan ATM nya di pegang sama mertua,” terangnya.[win]


Tag:

Berita Terkait

Kabar

Jelang Menikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Jual Sabu dan 53 Pil Ekstasi

Kabar

Satresnarkoba Polres Sumba Timur Bekali Ratusan Pemuda Gereja Tentang Bahaya Narkoba

Kabar

Satresnarkoba Polres Sumba Timur Intensifkan Pencegahan Narkoba

Kabar

Semester Pertama 2026, Polda NTT Ungkap 22 Kasus Narkoba

Kabar

Rote Ndao Punya Kampung Bebas Narkoba

Kabar

Antisipasi Peredaran Narkoba di Tapal Batas, Polres Belu Deteksi Melalui Jasa Pengiriman Paket