Seram! Teror Harimau Kembali Hantui Masyarakat di Palas

- Sabtu, 13 Juli 2019 08:25 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201907/Screenshot_2019-07-13-15-23-54-740.jpeg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | PALAS – Seram! teror harimau kembali hantui masyarakat Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara. Kali ini satwa dilindungi tersebut masuk ke perkampungan warga di Desa Pagaran Bira Jae, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, dan memangsa seekor monyet peliharaan warga.

Kepala Bidang Konservasi Wilayah III Padang Sidempuan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Gunawan Alza, mengatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi kejadian setelah menerima informasi tersebut.

“Setelah mendapatkan informasi, petugas kita langsung turun ke lokasi dan saat ini tim masih di lapangan. Langkah selanjutnya terkait keberadaan harimau masih menunggu hasil yang diperoleh tim di lapangan,” kata Gunawan, Sabtu (13/7).

Gunawan menjelaskan bahwa berdasarkan laporan awal yang mereka terima, harimau masuk ke perkampungan warga pada Rabu (10/7) malam. Namun pihaknya belum mendapat informasi detail bagaimana hewan buas itu bisa memangsa monyet peliharaan warga.

“Kita juga masih mencari tahu bagaimana harimau itu memangsa monyet yang ada di desa tersebut,” jelasnya.

Menurut Gunawan, ini merupakan kasus kedua harimau memasuki Desa Pagaran Bira Jae sepanjang 2019. Sebelumnya harimau juga memasuki kawasan tersebut pada 25 Mei 2019 dan menerkam seorang warga hingga menderita luka berat.

“Belum bisa dipastikan apakah itu harimau yang sama. Tetapi memang daerah itu merupakan lintasan harimau,” ucapnya.

Sebelumnya konflik harimau dengan manusia juga terjadi di Padang Lawas pada Kamis (16/5) lalu. Dalam peristiwa itu seorang warga tewas diterkam harimau saat sedang bekerja di kebun karet miliknya di Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun.

Menurut Gunawan, perubahan fungsi hutan karena berbagai sebab membuat ruang jelajah harimau menjadi berkurang dan sumber makanannya juga menipis.

“Hal inilah yang disinyalir menjadi penyebab harimau masuk ke perkampungan warga,” tegasnya.(win)


Tag:

Berita Terkait

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kabar

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo