TNI Gagalkan Penyelundupan 500 Liter Minyak Tanah ke Timor Leste

Imanuel Lodja - Minggu, 28 Juli 2019 02:35 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201907/tni-gagalkan-penyelundupan-500-liter-minyak-tanah-ke-timor-leste.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | BELU – Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Sektor Timur, yang berasal dari prajurit TNI Batalyon Batalyon Infantri Raider 408/Suhbrasta, menyita sebanyak 500 liter minyak tanah yang akan diselundupkan ke negera tetangga Timor Leste.

Komandan Satgas Pamtas Yonif Raider 408/Sbh, Mayor Inf Joni Eko Prasetyo mengungkapkan, penggagalan penyelundupan ini berawal dari informasi yang diberikan oleh warga Kampung Bundaran, Desa Tohe, Kecamatan Raihat, pada Jumat 26 Juli 2019, yang melihat beberapa orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor mengangkut beberapa jerigen dari arah kampung menuju kebun miliknya yang tidak jauh dari sungai perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

Mendapat informasi tersebut, Komandan Pos Nunura Letda (Inf) Nur Rosidi memerintahkan 7 orang anggota dipimpin Wadanpos (Sertu Bangun Ahad), melaksanakan pengecekan ke lokasi sesuai dengan laporan dari masyarakat tersebut.

“Sesampainya di lokasi, Tim langsung melaksanakan penyisiran dan menemukan tumpukan jerigen yang ditutupi dedaunan yang tersebar di 3 titik berbeda yang jaraknya tidak berjauhan,” tambah Joni Eko Prasetyo.

Di titik penemuan pertama kata Joni, ditemukan 8 jerigen ukuran 25 Liter, kemudian di titik penemuan yang kedua ditemukan 7 jerigen ukuran 25 Liter serta di titik penemuan yang ketiga ditemukan 5 jerigen ukuran 25 Liter.

“Sehingga kalau ditotal secara keseluruhan, total BBM yang berhasil diamankan sebanyak 500 liter,” terangnya lagi.Joni Eko Prasetyo menjelaskan bahwa setelah dilakukan penyisiran di sekitar TKP, mereka tidak menemukan orang yang dicurigai ataupun diduga pelaku penimbunan BBM.

“Diduga minyak tanah tersebut sengaja ditimbun oleh pemiliknya untuk diselundupkan ke negara tetangga, Timor Leste,” tandasnya.

Joni menyampaikan, keberhasilan penggagalan upaya penyelundupan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang ada di sekitar perbatasan.

“Kepedulian dan kesadaran masyarakat begitu penting dalam menjaga wilayah agar bebas dari kegiatan yang melanggar hukum,” tegasnya

“Ini tentunya tidak lepas dari kedekatan dan kepercayaan masyarakat kepada Satgas, sehingga sebagai satuan pengamanan di perbatasan dapat mengemban dan melaksanakan tugas dengan baik dan lancar,” tuturnya.

Kehadiran Satgas di perbatasan RI – RDTL jelas Joni, salah satunya adalah untuk mencegah terjadinya berbagai kegiatan ilegal di wilayah perbatasan.

“Kami berkomitmen akan terus membantu masyarakat, pemerintah setempat serta berbagai instansi terkait lainnya untuk meminimalisir terjadinya kegiatan ilegal di perbatasan, ” pungkasnya.

Barang bukti 500 Liter BBM jenis minyak tanah ilegal tersebut, saat ini diamankan di Mako Satgas sambil menunggu petunjuk selanjutnya dari pimpinan TNI di NTT.

[AS]

Editor
: Imanuel Lodja

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kabar

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo