Dzulmi Eldin Katanya Mundur dari Bursa Calon Walikota Medan

- Minggu, 04 Agustus 2019 05:47 WIB

Digtara.com | MEDAN – Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lembaga Kajian Kebijakan (LKK) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Islam Sumatera Utara (FISIP UISU). Peneliti LKK Fisip UISU, Ridwan Nasution mengatakan elektabilitas Dzulmi Eldin, Wali Kota Medan petahana masih yang teratas.

Elektabilitas hanya 14,3 %, Dzulmi Eldin dalam status bahaya di Pilkada Medan 2020. Idealnya elektabilitas petahana berada di angka 80 %. Dengan hanya memiliki 14,3%, posisi Dzulmi Eldin sebagai orang nomor satu di Kota Medan rawan tergusur.

Sepertinya Wali Kota Medan periode 2016-2021, Dzulmi Eldin telah memutuskan untuk tidak akan maju kembali di Pilkada Medan 2020. Keputusan tersebut disampaikan ayah 3 anak ini disela-sela menghadiri acara di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (3/8/2019). Ia berharap generasi muda bisa menjadi penerusnya kelak.

“Saya sudah berketetapan hati untuk tidak (maju pilkada). Cukuplah,” kata Eldin.

Dirinya ingin mendorong para generasi muda untuk maju Pilkada Medan. Tentu dengan harapan Kota Medan bisa jauh lebih baik lagi ke depannya.

“Kita dorong anak-anak muda, generasi muda kita. Harapan kita lebih baik lagi, tentunya kalau yang mau maju lagi, ini, pilkada ini, tentunya bagi generasi muda, orang-orang yang bisa berbuat lebih dari saya, tentunya itu yang saya harapkan yang bisa menjadikan perubahan-perubahan fundamental di Kota Medan ini,” tambahnya.

Dzulmi Eldin Sebelum ikut dalam kontestasi Pilkada Medan pertama kali pada 2010 merupakan aparatur sipil negara (ASN) dengan jabatan Sekretaris Daerah di Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Di Pilkada 2010, Dzulmi Eldin berpasangan Rahudman Harahap dan berhasil menang.

Di tengah jalan, Rahudman harus melepas jabatannya karena persoalan hukum. Ia dipenjara karena kasus korupsi yang dilakukannya. Eldin ditunjuk menggantikan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) dan selanjutnya dilantik sebagai wali kota defenitif.

Di Pilkada 2015, Dzulmi Eldin berpasangan dengan Akhyar Nasution, kader PDIP dan berhasil menang. Namun, kemenangan pasangan calon yang diusung banyak partai ini sungguh ironis. Pasalnya, partisipasi warga yang ikut mencoblos cuma 28%.[mbc]


Tag:

Berita Terkait

Kabar

Pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto Medan Dimulai

Kabar

Guru SMP Negeri 15 Medan Viral Ngaku Diintimidasi-Gaji Ditahan, Begini Kata Walikota Bobby Nasution

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia