digtara.com | MEDAN – Personel Polisi dari Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan dan anggota Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, menembak mati bandar narkoba berinisial A, yang juga tersangka pelaku penganiayaan terhadap Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar.
Bandar Narkoba berinisial A itu terpakas ditembak, karena melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri saat akan ditangkap.
Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Priambodo menyatakan, setelah mendapatkan informasi adanya pengeroyokan terhadap AKP Ginanjar, pihaknya segera menurunkan tim untuk mengejar pelaku penganiayaan.
Polisi kemudian memburu bandar narkoba berinisial A yang diduga kuat sebagai otak dari pengeroyokan itu.
Tak perlu waktu lama bagi Polisi untuk menangkap A, ia berhasil ditangkap saat bersembunyi di kamar mandi salah satu rumah warga. Dari tangannya, Polisi menemukan barang bukti 5 paket narkoba berukuran sedang dan 5 paket narkoba berukuran kecil berisi sabusabu, serta timbangan elektrik dan uang tunai senilai Rp.300 ribu yang diduga hasil penjualan narkoba.
“Setelah ditangkap, kita lalu melakukan pengembangan untuk mencari narkoba lain yang disimpan tersangka. Namun saat di Jalan Marindal, Kecamatan Patumbak, tepatnya di belakang pabrik Alumex, tersangka melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Tim kemudian memberikan beberapa kali tembakan peringatan ke udara namun tidak diindahkan. Hingga akhirnya tim terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak tersangka,â€sebut Rapahel seperti dilansir RMOL, Sabtu (10/8/2019).
Kapolsek Patumbak, AKP Ginjanar saat mendapatkan perawatan di RS Colombia usai dikeroyok sejumlah warga pendukung bandar narkoba (net)
Setelah ditembak, tersangka tetap berusaha melarikan diri dengan melompat ke parit. Tersangka yang sudah tak berdaya kemudian dibawa polisi ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan.
“Setelah beberapa jam dirawat, tersangka dinyatakan meninggal dunia,â€tandasnya.
Raphael mengungkapkan, terasangka A sudah lama jadi target operasi mereka. Tersangka ini dikenal lihai, meski dalam seminggu bisa menjual setengah sampai satu kilogram sabu.
“Selain tersangka A, kita juga sudah menangkap tiga orang tersangka lainnya dari penggrebekkan narkoba di wilayah Marindal. Ketiganya merupakan komplotak tersangka A,â€tukasnya.
[AS]