digtara.com | AMBON – Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Maluku, membuka seluas-luasnya kesempatan bagi aktifis organisasi masyarakat (ormas) Islam, untuk bergabung ke partai berlambang banteng moncong putih itu. Para aktifis ormas Islam itu pun dijanjikan sejumlah jabatan di struktur DPD.
Hal itu dikatakan Ketua DPD PDIP Maluku yang juga Gubernur Maluku, Murad Ismail, usai penyerahan hewan kurban bantuan dari Presiden dan Pemerintah Provinsi Maluku di Masjid Raya Al-Fatah, Ambon, Sabtu (10/8/2019).
Menurut Murad, saat ini ada tujuh posisi jabatan di struktur kepengurusan DPD PDIP Provinsi Maluku yang disiapkan bagi aktifi ormas Islam. Hanya saja, mantan Dankor Brimob Polri itu tidak menyebutkan jabatan-jabatan apa saja dari tujuh jabatan yang disiapkan bagi Ormas Islam tersebut.
“Saya diberi pesan oleh Jakarta (DPP PDIP) langsung ada tujuh jabatan yang harus diisi oleh Muhammadiyah, NU dan Ormas Islam,”ujar Murad.
Murad menyebutkan, PDIP adalah partai pelopor dan saat ini merekrut semua agama masuk dalam partai agar PDIP sahih menjadi partai nasionalis.
Gubernur Maluku, Murad Ismail menyerahkan hewan kurban Presiden Jokowi kepada Imam Masjid Raya Al-Fatah Ambon (tiar/digtara)
BACA JUGA: Presiden Jokowi Kurbankan Sapi Berbobot 850 kilogram di Ambon
“Tujuh jabatan yang dipersiapkan untuk ormas Islam agar PDIP tidak lagi menjadi partai yang tidak nasionalis,”ujarnya.
Pada ksemepatan itu juga, Murad mengungkapkan jika PDI-P dari Wilayah Indonesia Timur yakni Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan NTT telah membulatkan suara lewat pandangan umum menetapkan Megawati Soekarno Putri sebagai pimpinan PDI-P periode 2019-2024 mendatang saat Kongres yang dilangsungkan di Bali beberapa hari lalu.
“Saya jadi pimpinan sidang Komisi 4 (Kongres PDI-P) di Bali kemarin. Saya telah baca pandangan umum PDI-P lima Provinsi di Indonesia Timur apalagi kita partai pemenang pemilu. Kita menetapkan hati dan menetapkan Megawati pimpin PDI-P periode 2019-2024,”tandasnya.
[AS]