Digtara.com | MEDAN – Semakin maraknya begal di kota Medan sangat meresahkan warga, khususnya warga Kota Medan. Terkait hal ini, anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) angkat bicara.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan mengatakan, maraknya kasus begal belakang ini di Medan, seharusnya menjadikan Wali Kota memiliki inisiatif untuk benar-benar meningkat keamanan dan ketertiban di wilayahnya.
“Seharusnya tanggungjawab untuk keamanan kota ini tanggungjawab Wali Kota,” tegasnya.
Dia menjelaskan Wali Kota harus bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk berkoordinasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Apalagi, Medan salah satu kota terbesar di Indonesia.
“Wali Kota langsung memerintahkan bawahannya, mulai dari pihak kelurahan, kecamatan, sampai kepala lingkungan untuk membuat pos ronda atau Siskamling,” ucapnya.
Jika berkoordinasi ini sejalan, keamanan dan ketertiban bisa tercipta. Karena atas nama keamanan dan ketertiban, Wali Kota bisa mengalokasikan anggaran.
“Sehingga bisa dihibahkan ke kepolisian untuk bersama melakukan patroli keamanan. Jika hari ini masih ada begal, maka kota ini tidak aman. Masyarakat juga harus bertanggung jawab untuk keamanan kota ini,” paparnya.
Dia mengungkapkan, para pelaku begal nekad melakukan aksinya disebabkan oleh faktor ekonomi, lingkungan, dan narkoba.
“Seharusnya Pemko Medan harus memikirkan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan yang layak agar tidak banyak yang menganggur. Tingkat pengganguran yang tinggi menyebabkan tingginya tingkat kriminalitas,” ungkapnya.
Pihak kepolisian juga harus benar-benar menjalankan pengamanan terhadap keamanan masyarakat. Apalagi polisi salah satu pengayom masyarakat.
“Pihak Pemko, kepolisian, harus terus benar-benar bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.[ana]