Digtara.com | MEDAN – Pada hari kedua Operasi Patuh Toba 2019, pihak Polda Sumut mencatat sebanyak 3 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas).
Menurut Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumut, Kombes Pol Kemas Ahmad Yani mengatakan, dari data yang diperoleh pihaknya pada hari kedua pelaksanaan Operasi Patuh Toba ada 6 kecelakaan yang terjadi. Dalam kecelakaan tersebut menyebabkan 3 orang meninggal dunia.
“Pada hari kedua Operasi Patuh Toba, ada 6 kejadian lakalantas dengan rincian 3 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, dan 9 orang luka ringan. Sementara, dalam kecelakaan tersebut kerugian materil mencapai Rp 4.700.000,” paparnya.
Dia menjelaskan, jumlah yang meninggal dunia di hari kedua pelaksanaan Operasi Patuh Toba itu meningkat dari tahun sebelumnya. Pada 2018 korban yang meninggal dunia pada hari kedua operasi berjumlah 1 orang.
“Untuk korban yang meninggal dunia naik dari 1 ke 3, luka berat turun dari 4 ke 1, dan luka ringan jumlahnya sama, 9 orang. Jumlah lakalantas yang terjadi turun 14,2 persen,” jelasnya.
Di mana untuk kasus pelanggaran pada hari kedua ini jumlahnya mengalami kenaikan dibandingkan hari pertama digelarnya operasi, yakni dari 1.828 pelanggaran menjadi 2.620 pelanggaran.
Sementara, jumlah tilang yang dikeluarkan kepolisian mengalami kenaikan dari hari sebelumnya, yakni dari 1.355 perkara menjadi 2.042 perkara untuk tilang dan untuk teguran dari 291 perkara menjadi 578 perkara.
“Total pelanggaran selama 2 hari yaitu 4.448, tilang 3.397 dan teguran 869,” terang Kemas.
Dia menambahkan, pada operasi hari kedua, kendaraan terbanyak melakukan pelanggaran masih didominasi pengendara sepeda motor sebanyak 1.532 unit, mobil penumpang 235 unit, mobil barang 205 unit, dan terakhir mobil bus 70 unit.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan selalu membawa surat-surat kendaraan bermotor agar nyaman dalam berkendara,” harapnya.[analisa]