Waka Polda NTT: NKRI adalah Harga Mati !

Imanuel Lodja - Selasa, 10 September 2019 04:34 WIB

Digtara.com | KUPANG – Waka Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Brigjen Pol Drs Johni Asadoma, M.Hum melanjutkan safari Kamtibmas di SMA negeri 10 Kota Kupang, Selasa (10/9/2019).

Waka Polda NTT mendatangi sekolah yang terletak di pinggiran Kota Kupang persis nya di Jalan SIKIB Kelurahan Fatukoa Kecamatan Maulafa Kota Kupang Provinsi NTT.

Waka Polda didampingi AKBP Albert Neno, SH dari Dit Narkoba Polda NTT diterima kepala Sekolah SMA negeri 10 Kota Kupang, Drs Daniel Bolle.

Kesempatan apel pagi dimanfaatkan Waka Polda NTT untuk menyampaikan pesan Kamtibmas dan berbagai motivasi kepada ratusan siswa dan guru di sekolah tersebut.

Waka Polda NTT mengawali safari Kamtibmas nya di sekolah tersebut dengan menyampaikan salam toleransi secara agama Islam, Kristen, Hindu dan salam kebajikan serta salve.

Siswa dan guru pun menyahuti dan membalas setiap salam yang disampaikan Waka Polda NTT.

Kepada para siswa, jenderal bintang satu ini mengingatkan bahwa saat ini ada kelompok tertentu yang ingin mengganti dasar negara Pancasila menjadi paham lain.

“(Tindakan ini) berbahaya kalau tidak dilawan dari sekarang dengan memperkuat semangat dan ideologi pancasila supaya kelompok khilafah tidak mampu menguasai bangsa ini,” ujar Waka Polda NTT.

NKRI, tandas waka Polda NTT adalah harga mati yang harus terus dipertahankan yakni negara yang beragam dan berbhineka.

Diingatkan bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa tettapi menjadi 1 negara yang utuh karena pancasila. “Syukuri dan jaga kebangsaan kita,” tambah Waka Polda NTT.

Jika ada pihak yang ingin merubah NKRI dan pancasila maka harus dilawan dimulai dari salam nasional agar semua masyarakat hidup toleran dengan keyakinan lain.

“Jika intoleran maka merasa diri paling hebat dan paling suci sehingga menjadi radikal dan memaksakan kehendak nya dan meningkat menjadi terorisme dan berbuat hal yang membahayakan orang lain,” tegas mantan Waka Polda Sulawesi Utara ini.

Waka Polda NTT meminta agar hal tersebut dilawan dengan menjawab salam nasional sehingga timbul jiwa toleransi dengan sesama pemeluk agama. “Jangan merasa paling benar karena semua agama mengajarkan kebaikan,” ingat Waka Polda NTT.

Editor
: Imanuel Lodja

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kabar

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo