Digtara.com | MEDAN – Terkait tudingan KPAI PB Jarum mengekploitasi anak-anak sehingga mundurnya PB Djarum dari pencarian bakat bulutangkis Indonesia. Hal tersebut sangat keliru. KPAI harus melihat secara bijaksana dan objektif terkait peran PB Djarum selama ini terhadap pengembangan bakat pemain bulutangkis Indonesia. Demikian dikatakan Presidium Medan Jurnalis Club, Ryan Juskal.
“Tudingan KPAI itu sangat keliru. Kami menilai PB Djarum itu punya komitmen untuk memajukan bulutangkis, yang jelas adalah olahraga kebanggaan bangsa ini,” ujar Ryan Juskal didampingi Presidium Medan Jurnalis Club, Muhammad Asril.
Harusnya, KPAI tahu ke mana fokus mereka ketika berbicara eksploitas anak. KPAI diminta menyikapi data Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita soal gepeng Dan anak jalanan.
“Mereka (KPAI) terkesan tutup mata, Mensos bilang ada 77.500 gepeng yang dikoordinir mafia. Dalam jumlah itu hampir setengahnya melibatkan anak-anak,” urai Ryan.
Dirinya menggarisbawahi fakta tentang eksploitasi anak di jalan raya. “Seperti di Medan, hampir di tiap persimpangan traffic light banyak anak jalanan yang dikoordinir mafia. Ke mana KPAI menyikapi ini,” ungkapnya.
Dia menambahkan KPAI harusnya membuka mata, akan realita saat itu. Ryan menganggap penilaian KPAI soal eksploitasi PB Djarum bisa membahayakan pembinaan bulutangkis di Indonesia.
“Bicara hak anak silakan saja. Tapi kajian KPAI harus jelas. Buka mata selebar-lebarnya. Mana fokus yang harus ditindak. Ini KPAI seakan-akan tak dapat melihat ‘gajah di depan mata namu mencari-cari semut di tengah lautan’. Tentu hal ini sangat keliru,” tambahnya.[rel]