Digtara.com | KUPANG – Irjen Pol Drs Raja Erizman menitipkan sejumlah pekerjaan rumah kepada Kapolda NTT yang baru Irjen Pol Drs H Hamidin. Sejumlah PR tersebut terkait sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta penanganan sejumlah kasus di wilayah NTT.
Ia menyebutkan kalau pergantian pejabat merupakan upaya menjaga kesegaran dan kesinambungan organisasi. Apabila Kapolda NTT yang baru memiliki beban tugas yang cukup berat karena besarnya harapan dan tuntutan serta sikap kritis masyarakat akan pelayanan kepolisian yang prima dengan segala keterbatasan SDM, sarana dan prasarana dan anggaran yang tersedia sehingga sering ada ketidakpuasan masyarakat yang diekspresikan dengan main hakim sendiri dan resistensi pada Polri melalui media sosial.
“Perlu disikapi dengan upaya manajemen media yang efektif dan efisien,” tandasnya.
Disebutkan juga bahwa masyarakat sangat rentan dan mudah terpengaruh dengan isu yang sering menyesatkan yang menyebabkan gangguan Kamtibmas yang bisa berkembang secara meluas.“Tentunya memerlukan pengelolaan organisasi dengan proses manajerial yang memadai,” ingat Irjen Pol Drs Raja Erizman.
Sebagai Kapolda NTT yang baru, Irjen Pol Drs H Hamidin akan banyak menghadapi tantangan, namun dengan pengalaman tugas sebagai Kapolda Sulawesi Selatan, diyakini bahwa pejabat baru mampu mengemban tugas di Polda NTT.
Disebutkan pula agar semangat kebersamaan, kekompakan dijajaran Polda NTT terus dipelihara bersama pemerintah dan Forkompimda dan seluruh elemen masyarakat NTT. “Kebersamaan, kekompakan dan pengabdian tanpa henti itulah komitmen yang menjadi andalan mencapai visi dan misi sehingga tercipta kondisi yang aman dan kondusif.
Irjen Pol Drs Raja Erizman merasakan selama 570 hari memimpin Polda NTT banyak hal yang sudah dilakukan maupun belum tercapai. Secara khusus ia menekankan terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta masalah tenaga kerja perlu menjadi perhatian dengan mengaktifkan kembali satuan tugas TKI.
Selain itu ketersediaan sarana dan prasarana baik di Polda NTT maupun di Polres jajaran agar tidak menjadi penghambat pelaksanaan tugas.
“Harus ada perhatian dengan keterbukaan dalam melakukan pelayanan,” ujarnya.
Irjen Pol Drs Raja Erizman dan Ny Hera Raja Erizman pun dilepas jajaran Polda NTT dengan upacara pedang pora usai pelaksanaan laporan situasi di Mapolda NTT. Suasana haru terasa saat Irjen Pol Drs Raja Erizman dan Ny Hera Raja Erizman meninggalkan Mapolda NTT. Sejumlah pengurus dan anggota Bhayangkari menitikkan airmata saat melepas kepergian pejabat Kapolda NTT yang lama.Irjen Pol Drs Raja Erizman akan mengemban tugas baru sebagai Kadiv TIK Mabes Polri.