Gempa Magnitudo 5 Guncang Sukabumi, Ini Pemicunya…

Redaksi - Selasa, 08 Januari 2019 13:14 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/2019/01/gempa688758_720.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | JAKARTA – Gempa bumi mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya, Selasa (8/1/2019) sekira pukul 16.54 WIB. BMKG memutakhirkan bahwa gempa itu bermagnitudo 5 dari sebelumnya dilaporkan 5,4.

“Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di sebelah selatan Pulau Jawa bagian barat,” tulis PVMBG dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan tatanan tektonik perairan selatan Jawa dipengaruhi oleh zona tunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia, sehingga memberikan kontribusi tektonik di laut maupun di daratan Pulau Jawa.

Dalam keterangan tersebut diterangkan, wilayah di sekitar pusat gempa bumi disusun oleh batuan sedimen berumur Tersier dan batuan gunungapi berumur Terasier hingga Kuarter. Batuan Tersier yang terlapukan serta batuan berumur muda pada umumnya bersifat urai dan dapat mengamplifikasi guncangan gempa bumi.

Guncangan gempa bumi tersebut dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Salak, Kecamatan Cicuruk, Kabupaten Sukabumi; Gunung Gede, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur; Gunung Tangkuban Parahu, Ciater, Kabupaten Subang; dan Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

“Intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity). Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Sukabumi dan Pelabuhan Ratu dengan intensitas III MMI, di Bandung sebesar II-III MMI, di Pangandaran, Lembang, Cibareno dan Lebak dengan intensitas II MMI,” sambung keterangan tersebut.

Selain itu, gempa bumi tersebut juga tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut, tapi energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut.

“Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi mengenai kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat,” tulis keterangan tersebut.

“Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

Masyarakat tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil,” tutup keterangan PVMBG.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Makassar Dikepung Banjir, 545 Warga Mengungsi

Kabar

Bupati Aceh Timur Copot Kepala BPBD karena Pendataan Korban Banjir Dinilai Lamban

Kabar

Hampir 15 Ribu Warga Masih Mengungsi Akibat Bencana di Sumatera Utara

Kabar

Banjir Rendam 22 Desa di Cirebon, 6.530 Warga Terdampak Akibat Sungai Meluap

Kabar

Update Korban Bencana Sumbar: 166 Meninggal Dunia, 111 Orang Masih Hilang per 1 Desember 2025

Kabar

Siap Tangani Bencana Alam, Polres TTS Gelar Simulasi Tanggap Darurat