Dua Mantan Sekda Sumut: Hanya Ditangan Jokowi Generasi Millenial Akan Sukses

Redaksi - Kamis, 21 Februari 2019 13:13 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201902/RE-Nainggolan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | MEDAN – Dorongan agar kaum anak muda atau generasi millenial mendukung calon presiden Joko Widodo-Maruf Amin muncul dari dua orang birokrat senior yang juga mantan Sekda Provinsi Sumatera Utara yakni RE Nainggolan dan H Nurdin Lubis. Keduanya menyebutkan optimisme kalangan millenial untuk dapat sukses ada pada Jokowi yang dalam masa kepemimpinannya terus memperlihatkan berbagai kebijakan yang pro anak muda.

Hal ini mereka sampaikan dalam dialog publik yang digelar di sela acara Deklarasi Jaringan Jokowi Millenial di Jalan HM Joni, Medan.

“Pada era Jokowilah perkembangan digital dan start up, Unicorn, decacorn menjadi salah satu pembicaraan. Artinya kreatifitas kaum muda sangat mendapat perhatian pemerintah. Kalau kita mempersiapkan diri dengan baik kita bisa meraih itu semua,” kata RE Nainggolan yang juga ketua Umum N4J.

Hal yang sama disampaikan Nurdin Lubis. Menurutnya bentuk kebijakan yang mengakomodir peluang sukses para kaum muda harus benar-benar dimanfaatkan oleh kaum millenial.

“Artinya pemerintah sudah sangat membuka pintu, tinggal kita membekali diri untuk sukses. Ini alasan penting untuk mendukung kebijakan Jokowi ini hingga 5 tahun kedepan,” ujarnya.

Revolusi Industri 4.0, diakui Nurdin telah membuat perubahan dunia berjalan sangat cepat sekali. Namun kecepatan perubahan ini harus terus diwaspadai agar jangan sampai perubahan ini membawa bangsa Indonesia ke dalam intoleransi, ke dalam ekstremisme yang sangat berlebihan.

“Selalu saya sampaikan marilah kita hijrah dari ujaran kebencian ke ujaran kebenaran. Hijrah dari pesimisme ke optimisme. Hijrah dari pola-pola konsumtif ke pola-pola yang produktif. Hijrah dari kegaduhan-kegaduhan ke persatuan dan kerukunan. Karena itulah yang dibutuhkan,” pungkasnya.[JNI]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kabar

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo