Prabowo Hanya Sampaikan Pidato Pengulangan Di Medan

Redaksi - Sabtu, 23 Februari 2019 00:54 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201902/tionghoa-prabowo-1.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | MEDAN – Calon Presiden Prabowp Subianto kembali menegaskan visi-misinya mencapai swasembada pangan di Indonesia. Menurut Prabowo, kebutuhan pangan masyarakat harus terpenuhi.

“Swasembada pangan penting karena jumlah penduduk bertambah terus. Pertambahan penduduk jangan dianggap sepele,” ujar Prabowo di Medan, Jumat malam 22 Februari 2019.

Penegasan ini disampaikan dalam acara silaturahmi dan ramah tamah bersama pengusaha dan warga Tionghoa di Medan. Prabowo mengungkapkan targetnya agar kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi.

Menanggapi itu, Wakil Direktur Relawan Tim Kampanye Daerah Jokowi – KH Ma’ruf Amin Provinsi Sumut Sahat Simatupang mengatakan, pidato Prabowo adalah pengulangan yang sering diucapkannya.” Saya baca di media online, Prabowo bicara swasembada pangan. Saya nilai tidak ada yang baru. Saya sempat memperkirakan pidato Prabowo tentang pertumbuhan ekonomi Sumut, ternyata tidak.” kata Sahat.

Jika Prabowo bicara ekonomi Sumut, sambung Sahat, maka akan didapati angka pertumbuhan ekonomi Sumut diatas rata – rata nasional.” Saya duga itu penyebab kenapa Prabowo tidak bicara ekomomi Sumut meski sedang dalam acara dengan pengusaha lokal (Sumut). Kalau bicara pertumbuhan  ekonomi Sumut di masa Jokowi ini,  tentu cukup bagus dan pengusaha Tionghoa Sumut juga merasakannya.” kata Sahat.

Sahat mencontohkan geliat ekonomi domestik menopang perekonomian Sumatera Utara pada triwulan II-2018.”Pertumbuhan ekonomi Sumut pada triwulan II 2018 tumbuh sebesar5,30 % (yoy) jauh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu 4,73% (yoy).” kata Sahat.

Sahat menegaskan pencapaian tersebut diatas pertumbuhan ekonomi nasional (5,27%, yoy) dan regional Sumatera (4,65%, yoy).” Dampak pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan Jokowi di Sumut mulai menampakkan hasil positif.” ujar Sahat.

” Jadi saya tidak heran kenapa Prabowo tidak bicara ekonomi Sumut didepan pengusaha Tionghoa Sumut karena pasti akan memuji pencapaian yang ada.” ujar Sahat yang juga Ketua Umum DPP Relawan Indonesia Kerja (RIK).

Dibidang pangan (beras), Sahat merespon pernyataan Prabowo.” Sumut sudah swasembada beras., Prabowo baru wacana.” kata Sahat. Produksi padi di Sumut tahun 2017, kata Sahat mencapai 5,1 juta ton atau surplus 1,7 juta ton dari kebutuhan yang diperkirakan sebesar 3,4 juta ton.

Produksi padi Sumut menurut  Sahat meningkat 0,5 juta ton dari tahun sebelumnya yakni sebesar 4,6 juta ton. ” Dengan demikian, berdasarkan angka kebutuhan konsumsi beras, Sumut mengalami surplus produksi padi sebesar 1,7 juta ton tahun 2017 begitu juga tahun 2018 produksi padi Sumut sekitar 5.311.673 ton naik sekitar 3,42 persen. Capaian itu berkat kerja keras pemerintahan Jokowi.” ujar Sahat.[JNI]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kabar

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo