Resah ! Warga Tapsel Diserang Kawanan Monyet

Redaksi - Kamis, 28 Februari 2019 05:58 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201902/monyet.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

TAPSEL – Kawanan monyet sudah sanga meresahkan petani bahkan sudah berani memasuki pemukiman warga di Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pengurus Forum Petani Sipirok Herman Harahap, mengeluhkan sekawanan monyet tidak saja merusak lahan pertanian dan perkebunan, tetapi juga sudah masuk ke perkampungan warga.

“Perkembangan hewan itu cukup tinggi. Dua tahun terakhir ini sudah semain ramai terutama di daerah pertanian warga di Lembah Tor (Gunung) Sibohi dan tor Sibual-buali,” katanya.

Tanaman para petani, seperti buah-buahan, ubi, cabai, coklat, bahkan padi dan kopi apalagi pisang di atas lahan di lembah kedua gunung itu kata dia, rusak akibat serangan monyet.

“Warga petani Desa Sumuran, Desa Parsorminan, Desa Paran Dolok, Desa Huta Baru, Desa Padang Bujur, Desa Mandura dan lainnya sudah hampir putus asa untuk bercocok tanam di lembah tersebut, karena trauma hama monyet,” tuturnya.

Menurutnya, cukup banyak kerugian yang diderita sebagai dampak kerusakan tanaman yang merupakan sumber perekonomian warga akibat serangan monyet yang sangat susah untuk dibasmi itu. Sebenarnya, kata dia, masyarakat ingin menghabisi hama monyet tetapi tidak tahu caranya.

“Meski sudah diracun tidak berdampak, di usir malah melawan, pakai senapan takut kena sanksi, monyet memang licik,” katanya seperti dilansir Antaranews, Kamis (28/2/2019).

Sekarang, kata dia, kaum ibu banyak yang takut pergi berkebun atau berladang ke lembah apalagi sendirian. Mereka khawatir serangan monyet yang secara tiba-tiba apalagi sebagian monyet badannya besar.

Apalagi, tambahnya, sekawanan monyet yang terkadang mencapai puluhan bahkan ratusan ekor tersebut belakangan ini sebagian sudah mulai memasuki permukiman warga, diduga karena sudah kehabisan makanan yang ada di areal kebun maupun pertanian warga.

“Kita juga tidak menginginkan adanya kejadian korban diakibatkan keberadaan hama monyet di daerah ini,” ujarnya.[w1n]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kabar

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo