Inilah 5 Cara Hindari dari Diabetes di Usia Muda

Redaksi - Minggu, 24 Maret 2019 04:16 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201903/diabetes-1.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | JAKARTA – Diabetes merupakan suatu penyakit yang berlangsung lama atau kronis dengan ditandai adanya kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas normal.

Akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik, glukosa yang menumpuk di dalam darah dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika dibiarkan saja, diabetes dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

Diabetes dibagi menjadi dua tipe, yakni diabetes tipe 1 yang disebabkan oleh rusaknya pankreas dan biasanya terjadi pada usia anak-anak, serta diabetes tipe 2 yang disebabkan karena gaya hidup tidak sehat.

Menurut American Diabetes Association, sekitar 1 dari 4 orang beresiko terkena penyakit diabetes. Oleh karena itu, kita harus berusaha agar terhindar dari risiko tersebut dengan mengubah gaya hidup. Berikut 5 kunci sukses terhindar dari diabetes di usia muda :

1. Menjaga Pola MakanMenajaga pola makan dan gaya hidup yang sehat merupakan salah satu kunci dari pencegahan berbagai penyakit, termasuk penyakit diabetes. Keduanya memiliki peranan yang sangat besar dalam hal mengurangi risiko terjadinya penyakit kronis serta meningkatkan harapan hidup seseorang.

Hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi, termasuk karbohidrat. Makanan yang mengandung kadar gula tinggi akan berdampak signifikan terhadap berat badan dan risiko diabetes. Kurangi asupan karbohidrat sederhana seperti nasi, mi, atau roti putih, dan gantilah dengan karbohdirat kompleks yang akan dicerna lebih lambat.

2. Rajin Berolah RagaSelain untuk menjaga bentuk badan tetap ideal, olahraga juga memberikan sejumlah manfaat lainnya bagi kesehatan, seperti mencegah penyakit diabetes. Seseorang yang jarang bergerak cenderung tidak bisa mengontrol kenaikan gula darah tubuhnya.

Tipe olahraga yang cocok dilakukan untuk penderita diabetes yaitu menggabungkan olahraga ketahanan dengan olahraga resistensi. Contohnya, seperti olahraga interval intensitas tinggi (HIIT) yang dipercaya dapat mengurangi risiko diabetes yang dialami oleh orang dewasa.

3. Berhenti MerokokSudah banyak fakta yang mengungkap tentang bahayanya rokok, menghisap maupun hanya menghirup asapnya saja. Rokok juga sudah dikenal mematikan. Hal itu memang bukan hanya isapan jempol.

Sebuah penelitian dari Amerika yang dilakukan oleh University of Toronto mengungkap bahwa segera berhenti merokok sebelum masa usia produktif berakhir dapat membantu memperpanjang hidup seseorang, hingga rentang usia lebih dari 10 tahun.

Menurut sejumlah studi merokok membuat tubuh lebih kebal terhadap insulin, hormon yang menjaga gula darah tetap normal.

4. Hindari Penggunaan Obat-Obatan RekreasionalThe Global Diabetes Community mencatat bahwa stimulasi obat-obatan rekreasional tertentu dapat meningkatkan level gula darah. Jika dikonsumsi secara rutin, maka level gula darah yang tinggi dapat menyebabkan resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

Komponen MDxx, Amfetamin, dan obat-obatan ADHD dapat meningkatkan level gula darah dan membuat kita berisiko mengalami diabetes tipe 2.

5. Jangan Mengabaikan Gejala Pre-DiabetesPre-diabetes dapat diartikan sebagai kondisi dimana kadar gula darah cukup tinggi atau di atas normal, namun tidak menenuhi kriteria diabetes.

Meskipun Mayo Clinic menjelaskan minimnya gejala spesifik pre-diabetes, namun dalam beberapa kasus, mereka yang masuk kategori pre-diabetes dapat mengalami intensitas buang air kecil yang lebih sering, sering kehausan dan bercak kecokelatan pada kulit.

Sayangnya, banyak penderita diabetes yang baru menyadari penyakitnya ketika sudah terjadi komplikasi.

Menurut hasil penelitian dari International Diabetes Federation (IDF) tahun 2015, ada 415 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes, dan sekitar 10 jutanya terdapat di Indonesia. Jumlah penderita diabetes di Indonesia ini diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2040.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pastikan Pelayanan Kesehatan Haji 2026, Kemenhaj Siagakan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah

Kesehatan

25 Persen Jemaah Haji Indonesia Lansia dan 177 Ribu Risti, Wamenhaj Dahnil Tinjau Kesiapan Layanan Kesehatan Haji di Makkah

Kesehatan

Beri Rasa Nyaman, PMI Kota Semarang Siapkan 30 Bed Tempat Tidur Bagi Pemudik

Kesehatan

Kemenhaj Pastikan Perlindungan Jemaah Mulai Kesehatan Hingga Persoalan Hukum dari Arab Saudi Hingga Tanah Air

Kesehatan

Alkes Puskesmas Beru-Sikka meledak, Polisi Turun Tangan

Kesehatan

Menaker: K3 Tak Cukup Cegah Kecelakaan Kerja, Aspek Kesehatan Pekerja Harus Diperkuat