Bolehkah, Sahur Digabung dengan Makan Malam?

Redaksi - Senin, 13 Mei 2019 20:39 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201905/puasa.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | Bulan puasa identik dengan aktivitas sahur dan berbuka. Seseorang akan bangun jelang subuh dan bersiap untuk mengonsumsi beraneka macam lauk pauk untuk disantap sebelum waktu imsak tiba.

Meski demikian, beberapa orang kerap terkendala dengan sahur, ya salah satunya adalah malas bangun dini hari.

Beberapa dari mereka lebih memilih untuk mengenyangkan perut pada saat malam hari sebelum tidur, agar tidak perlu repot untuk bangun sahur. Namun apakah kebiasaan seperti ini baik untuk dilakukan?

Menjawab hal tersebut, Dietisien Instalasi Gizi RSCM, Triyani Kresnawan, DCN, Mkes, RD, pun memberikan penjelasannya mengenai kebiasaan yang kerap dilakukan oleh sebagian orang tersebut. Menurutnya waktu terbaik yang bisa dilakukan oleh orang yang berpuasa adalah makan dengan waktu yang berdekatan dengan imsak.

Tentunya asupan makanan yang dikonsumsi pun harus memenuhi syarat utama yakni gizi seimbang. Dengan metode sahur ditabung berbarengan dengan makan malam, maka akan menimbulkan kekenyangan yang tentunya sangat tidak mengenakkan.

Selain itu, risiko yang paling dihindari adalah adanya pemecahan kalori dalam tubuh. Apabila hal ini terjadi, maka berat badan seseorang akan menurun berikut juga imunitas tubuh yang semakin berkurang.

“Selama makan dalam porsi sesuai gizi seimbang, cuman durasinya kan akan panjang sekali. Jadi dianjurkan makan mendekati imsak. Nanti takutnya kalau makan berlebih sudah kekenyangan tetap makan, takutnya nanti ada pemecahan kalori. Akibatnya berat badan terus menurun dan imunitas tubuh yang berkurang,” tutur Triyani dalam acara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, beberapa waktu lalu.

Tentunya treatment berbeda pun wajib dilakukan bagi para pasien diabetes yang hendak berpuasa. Salah satu caranya adalah dengan memperhitungkan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh seseorang. Ada baiknya untuk mengonsultasikan semua dengan pakarnya.

“Untuk pasien diabetes sama seperti manusia normal, cuma kalorinya dihitung dan diberikan konseling khusus. Hipertensi juga boleh berpuasa, obatnya akan diatur saat buka dan makan sahur. Tipsnya adalah mengurangi konsumsi garam minimal 5 gram atau satu sendok teh per hari,” tutupnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pokémon Evolusi Mega ex Hadir dalam Format Starter Deck Siap Main

Kesehatan

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kesehatan

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kesehatan

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kesehatan

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kesehatan

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur