Fenomena Ngantuk Saat Puasa? Inilah Penjelasan Ilmiahnya

Redaksi - Rabu, 22 Mei 2019 03:44 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201905/Tidur-Cantik-Sesuai-Tuntunan-Nabi-Muhammad-750x422.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | Jadi pemandangan yang aneh di mana orang tidur pada siang hari di masjid saat puasa jamak terjadi di mana-mana. Di tempat kerja, saat puasa juga banyak pekerja yang terlihat menguap, pertanda ngantuk.

Ternyata ada penjelasan ilmiah di balik fenomena ngantuk saat puasa. Rasa kantuk yang muncul di siang hari disebabkan perubahan ritme sirkadian alias jam biologis. Ritme sirkadian adalah jadwal kerja berbagai organ tubuh selama 24 jam. Jadwal ini diatur oleh hipotalamus yang berada di dalam otak manusia.

Saat bulan puasa tiba, pola makan dan istirahat tubuh berubah drastis. Dikutip dari Live Strong, perubahan pola makan dari yang awalnya tiga kali menjadi dua kali sehari disertai dengan berbagai aktivitas di malam hari dapat mengubah metabolisme tubuh.

Saat puasa, suhu tubuh menurun seiring dengan berkurangnya pengeluaran hormon kortisol dan melatonin. Melatonin merupakan hormon utama yang mengatur siklus tidur. Sementara hormon kortisol membantu otak tetap fokus di siang hari.

Saat sedang berpuasa, kebanyakan orang sering menunda jam tidur agar memiliki banyak waktu untuk makan, minum, bercengkrama, atau melakukan berbagai aktivitas lain di malam hari. Kebiasaan mengemil di malam hari yang meningkat serta menurunnya aktivitas fisik seperti olahraga di pagi hari itulah yang menyebabkan gangguan tidur.

Berbagai hasil penelitian menyebut, menunda waktu tidur satu jam saat puasa menimbulkan rasa kantuk di siang hari. Rasa kantuk biasanya datang pada pukul 14.00 sampai 16.00. Inilah sebabnya banyak orang merasa sangat lemas hingga akhirnya terlelap saat sedang bekerja. Kondisi ini umumnya kembali normal setelah 10 hari berpuasa.

Tapi apapun kondisinya, puasa tidak boleh menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Lantas, bagaimana cara agar tetap bugar sepanjang hari selama berpuasa? Dilansir Pop Sugar, langkah awal menjaga performa tubuh saat berpuasa adalah mengatur jadwal tidur. Kurang tidur membuat tubuh merasa memiliki utang sehingga mengantuk di siang hari.

Sebisa mungkin hindari paparan sinar matahari saat puasa yang membuat tubuh cepat lemas. Batasi juga penggunaan gadget yang membuat mata lelah. Terakhir, atur pola makan selama berpuasa. Pastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kamar Tidur Warga Naioni-Kota Kupang Diduga Dibakar ODGJ

Kesehatan

5 Desain Kamar Tidur 1x1 Meter: Kecil, Keren, dan Tetap Nyaman!

Kesehatan

Bhabinkamtibmas di Kupang Berdayakan Warga Melalui Pemanfaatan Lahan Tidur

Kesehatan

Olah Lahan Tidur, Polisi di Perbatasan Belu-RDTL Diganjar Penghargaan PIN Emas Kapolri

Kesehatan

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kesehatan

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS