Vaksinasi Hepatitis A Pentingkah?

- Minggu, 07 Juli 2019 06:25 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201907/Hepatitis-A.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | JATIM – Penyakit Hepatitis A di Pacitan, Jawa Timur tengah menjadi sorotan masyarakat. Bagaimana tidak, berdasarkan data 26 – 27 Juni 2019, tercatat ada 1.525 pasien yang terserang penyakit tersebut. Tak sedikit yang merasa khawatir sebab penyakit Hepatitis A menyerang liver alias hati.

Penyakit Hepatitis A berbeda dengan Hepatitis B dan Hepatitis C. ahli hepatologi dr Irsan Hasan, Sp.PD, KGEH menjelaskan perbedaan tersebut. Pertama dari cara penularan. Hepatitis A menular lewat makanan dan minuman serta kebersihan yang kurang terjaga dengan baik. Sedangkan Hepatitis B menular dari transfusi darah, hubungan seksual, dan jarum suntik.

“Hepatitis A bisa dikatakan tidak membahayakan atau berakibat fatal, jarang sekali orang meninggal karena penyakit ini, 99% pasien sembuh sendiri. Beda dengan Hepatitis B, kalau enggak dikasih obat bisa kronik. Tapi sama-sama menyerang hati atau liver,” terang dr Irsan sewaktu dihubungi melalui sambungan telepon.

Kendati demikian, Hepatitis A tidak bisa dianggap sepele. Dokter Irsan menambahkan, penyakit ini bisa menyebabkan peradangan hebat di hati sehingga bisa memicu terjadinya hepatitis fulminant. Bila sudah sampai pada kondisi ini, maka kesadaran akan menurun dan gangguan ginjal. Gangguan kesadaran yang parah dapat menyebabkan pasien meninggal.

Sekadar informasi, gejala Hepatitis A cukup beragam dan hampir mirip dengan penyakit lain. Gejalanya meliputi meriang, mual, perut begah, terkadang menyebabkan muntah, urin berwarna seperti teh, lemas, penurunan kesadaran, dan mata kuning. Gejala-gejala tersebut biasanya baru muncul 2-4 minggu setelah terpapar virus.

“Kalau mata dan tubuh sudah kuning, harus periksa ke dokter untuk dicek fulminant atau tidak, atau bisa jadi bukan Hepatitis A, tapi Hepatitis B, itu lebih bahaya,” ujar dr Irsan.

Sementara itu, Hepatitis A dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan menghindari penggunaan alat makan dengan pasien lain. Selain itu, bisa juga dengan pemberian vaksin. Hanya saja, lantaran penyakit ini tidak begitu mengkhawatirkan, maka tidak termasuk dalam imunisasi wajib yang ditetapkan pemerintah. Individu yang ingin melakukan vaksin, bisa membelinya sendiri di apotek.

“Menurut saya vaksinasi Hepatitis A untuk individual penting, bayi boleh, anak-anak boleh, orang dewasa juga boleh. Kalau mau beli vaksinnya sendiri, untuk harga saya tidak tahu pasti, mungkin sekira Rp300 ribu,” tandas dr Irsan.[oke]


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kesehatan

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kesehatan

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kesehatan

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kesehatan

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kesehatan

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo