digtara.com – Virus korona belum usai, merebak lagi virus baru dari China, yakni Norovirus. Norovirus adalah virus yang sangat menular yang menyebabkan muntah dan diare. Orang-orang dari segala usia bisa terinfeksi dan sakit norovirus. Waspada Norovirus
Para peneliti di China menemukan bahwa praktik penanganan yang buruk terkait memasak dan pengiriman makanan telah menjadi sumber perantara penyebaran norovirus.
Orang-orang yang menyentuh makanan secara langsung akan menjadi sumber infeksi yang dalam wabah bawaan makanan di Guangzhou.
Penularan melalui makanan merupakan 40 persen dari wabah norovirus di kota dari 2016 hingga 2018, di antaranya kontaminasi oleh pekerja dapur menyumbang sebagian besar, mereka menambahkan. Praktik penanganan makanan membawa potensi risiko wabah gastroenteritis akut karena pengawasan dan pengawasan yang tidak memadai, kata para peneliti.
“Perhatian yang lebih besar harus diberikan pada pemantauan dan pengawasan penjamah makanan di restoran di luar kampus untuk mengurangi insiden gastroenteritis akut terkait norovirus yang terkait dengan pengiriman makanan,” seperti dikutip dari foodsafetynews.com, Rabu (14/10/2020).
Baca: Diserang Wabah Norovirus, RS Kampus di China Penuh dengan Mahasiswa Kritis
Mengutip penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMC Public Health, melaporkan bahwa siswa di sekolah di Guangzhou tiba-tiba mengalami gejala diare dan muntah.
Delivery Food
Guangzhou adalah sebuah kota di Provinsi Guangdong, China bagian selatan. Setidaknya ada dua wabah di empat sekolah dari 2015 hingga 2017 di kota itu, menurut Sistem Pengawasan Kejadian Darurat Kesehatan Masyarakat Nasional.
Sebuah studi kasus kontrol dilakukan dengan menggunakan kuesioner standar online. Kelompok kontrol dipilih secara acak siswa sehat dari jenis kelamin dan usia yang sama sebagai kasus tetapi tanpa gejala gastrointestinal.
Proporsi siswa yang mengonsumsi delivery food tiga hari sebelum serangan penyakit pada kelompok kasus 2,69 kali lipat dari kelompok kontrol.
Mereka mengonsumsi makanan untuk dibawa pulang tiga hari sebelumnya, dan paparan kasus serupa 72 jam sebelum serangan dan kasus di asrama yang sama merupakan faktor risiko.
Gejala tersering adalah muntah, diikuti diare, sakit perut, dan demam. Semua kasus ringan dan tidak ada rawat inap, sakit parah, atau kematian terjadi. Semua kasus adalah pelajar, berusia 17 hingga 23 tahun, termasuk 47 laki-laki dan 110 perempuan. [bisnis]
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.
Waspada Norovirus, Hati-Hati Dengan Makanan Delivery