Teratai Rescue Bersama PFI Berikan Pelatihan BHD dan RJP di Masa Pandemi Covid-19

- Sabtu, 19 Desember 2020 16:46 WIB

digtara.com – First Aider, Herriansyah yang didampingi oleh First Aider Sulviani memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Resusitasi Jantung Paru (RJP) kepada Anggota Pramuka, Penggiat Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan relawan kemanusiaan tentang pertolongan pertama kepada seseorang yang memiliki masalah pada pernafasan di Markas Bersama Melinjo, Jalan Eka Rasmi, Kompleks Melinjo, Kecamatan Medan johor Kota Medan, Sabtu (19/12/2020). Teratai Rescue Bersama PFI

Acara yang di selenggarakan oleh Teratai Rescue, Pewarta Foto Indonesia (PFI), Vertical Rescue Indonesia Wilayah Sumut dan Sumatra Tropical Forest Jurnalism (STFJ) memberikan pelatihan tersebut di masa pandemi Covid-19 dengan meminimalisir menyentuh korban.

“Pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan pertolongan pertama kepada korban yang memiliki riwayat penyakit pernafasan yang kita tidak tahu riwayat penyakitnya,” ujar Herriansyah.

Dikatakannya, Kejadian henti napas dan henti jantung dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, serta dapat menimpa siapa saja.

Bantuan Hidup Dasar yang tepat

Bila seseorang yang mengalami henti napas dan henti jantung tidak ditangani dengan cepat dan tepat, maka otak dan jantung akan mengalami kematian dalam waktu 4-6 menit. Sehingga sangat penting kita memahami cara melakukan Bantuan Hidup Dasar yang tepat.

Baca: Cegah Covid-19, Polres Deli Serdang Gelar Operasi Yustisi di Tanjung Morawa

“Ketika kita melihat orang yang memiliki masalah pernafasan, kita lihat dulu situasi dan kondisi sekitarnya. Apabila korban tidak bernafas, maka kita melakukan pompa jantung sebanyak 100 kali per menit dengan menekan di bagian dada. Harus dilakukan dengan cepat,” jelasnya.

Lanjut Herri, pastikan menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan hand sanitizer atau cairan alkohol sebelum dan sesudah memompa jantung korban.

Menurutnya, sikap masyarakat Indonesia terhadap korban kecelakaan maupun korban yang memiliki riwayat pernafasan cukup acuh.

“Kebanyakan kan bang masyarakat di Indonesia ini terlalu cuek terhadap korban yang tergeletak,” ucapnya.

Ia berharap, dengan pelatihan ini dapat memberikan edukasi terhadap pertolongan pertama yang memiliki permasalahan terhadap pernafasan.

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtara. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Teratai Rescue Bersama PFI Berikan Pelatihan BHD dan RJP di Masa Pandemi Covid-19


Tag:

Berita Terkait

Berita

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Berita

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Berita

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Berita

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Berita

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Berita

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo