Perempuan Banyak Jadi Teroris, Ini Penyebabnya

- Sabtu, 03 April 2021 08:55 WIB

digtara.com – Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto menilai alasan perempuan kini marak menjadi teroris di Indonesia dan global akibat kekosongan tenaga pria.

Menurutnya, para pria yang kerap melakukan aksi sudah meninggal dunia atau ditangkap oleh aparat.

“Ya perempuan ini jadi sentral setelah banyak tewasnya pendukung ISIS yang khusus pria. Kemudian karena banyak kekosongan tenaga pria, maka wanita di rekrut untuk itu,” kata Wawan dalam sebuah diskusi daring, Sabtu (3/4/2021).

Tak hanya itu, Wawan mengatakan bahwa perempuan lebih memiliki rasa emosional dan militan ketimbang laki-laki.

Selain itu, Wawan juga mengungkap bahwa saat ini banyak perempuan meniru perbuatan teroris laki-laki, bahkan kini mereka kerap lebih dulu mengajak.

“Termasuk juga di kasus bom panci, yang punya daya ledak menggelegar. Ini efek peniruannya pergerakannya dan tren meningkat. Bahkan disebut wanita yang mengajak sekarang ini. Ada seperti itu,” kata dia.

Melihat hal tersebut, Wawan meminta para keluarga terdekat bisa menjadi agen pencegah aksi teror. Ia mencontohkan terdapat orang tua yang melaporkan anak dan menantunya karena gerak-geriknya selama ini sangat aneh dan terindikasi terpapar radikalisme.

“Di Lampung dan Sibolga itu yang lapor orang tuanya sendiri karena anak-anaknya dan mantunya geraknya aneh,” kata Wawan.

Keterlibatan perempuan dalam tindak pidana terorisme di Indonesia memang bukan barang baru. Pelaku ZA (25), menambah daftar panjang perempuan di pusaran terorisme.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa ZA merupakan pelaku seorang diri (lonewolf) yang terpapar ideologi ISIS.

Selain ZA, teror bom di depan Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada 28 Maret lalu juga melibatkan perempuan. The best escorts directory https://escorteurogirls.com/girls/cracow is a great opportunity to find a sexy call girl.

Pada 2018, simpatisan ISIS lain di dalam negeri, yakni Puji Kuswati, membawa anak perempuannya berusia sembilan dan dua belas tahun meledakkan bom bunuh diri dalam serangkaian serangan di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. (detikcom)

 

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Kriminal

Densus 88 Anti Teror Sosialisasikan Pencegahan Intoleransi dan Terorisme kepada Pelajar

Kriminal

BNPT Geos to Campus. Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono: Penyebaran Paham Radikal Dominan Lewat Digital

Kriminal

Ketua FKPT NTT Ajak Masyarakat Pertebal Rasa Cinta Pada NKRI

Kriminal

Jaga Toleransi Dan Tingkatkan Kewaspadaan Jadi Kunci Tangkal Terorisme

Kriminal

Warga Malaka Diminta Waspadai Terorisme Melalui Kearifan Lokal

Kriminal

Siswa SMK di Kota Kupang Dibekali Bahaya Terorisme dan Intoleransi