Terduga Teroris Ngaku Belajar ke Haji Popon untuk Ilmu Kebal

- Senin, 05 April 2021 07:40 WIB

digtara.com – Front Pembela Islam (FPI) kembali diakui sebagai wadah teroris oleh salah seorang terduga teroris. Sosok terakhir adalah Andriawan alias Maliq.

Dalam video yang diterima Suara.com, Senin (5/3/2021), Andriawan mengaku mengetahui sejumlah aksi teror yang terjadi belakangan ini.

“Saya atas nama Andriawan Alias Maliq adalah simpatisan FPI atau HRS. Saya tergabung dalam grup Yasin Warotip pascapenembakan 6 laskar dan penangankapan HRS, FPI pada bulan Januari 2021,” ujarnya dalam video berdurasi 1 menit 38 detik.

Dalam video itu juga dia mengakui mengetahui sejumlah aksi teror yang sudah direncanakan Habib Husein Al Hasny, terduga teroris yang ditangkap di Condet.

“Saya mengetahui Habib Husein dan tim sudah membeli air keras yang digunakan pada saat ada demontrasi. Saya diperintahkan oleh Agus dan Habib Husein membeli 15 liter aseton atau tiga jeriken untuk bahan pembuatan bom. Saya disuruh Zulmi Agus untuk membeli remote sebagai pemicu bahan peledak,” ujarnya.

Selain itu, dia mengakui sempat diajarkan tata cara pembuatan bom oleh seseorang bernama Zulmi Agus di rumah Habib Husein.

“Saya pernah diajarkan tata cara membuat bom oleh Zulmi Agus di rumah Habib Husein, namun sampai saat ini belum bisa membuat bom.”

Dia juga mengakui pernah ikut ke rumah seseorang bernama Haji Popon untuk belajar ilmu kebal.

“Saya ikut ke rumah Haji Popon untuk mengisi ilmu kebal agar tidak sakit untuk persiapan demontrasi,” ujarnya.

Andriawan juga mengatakan dirinya dijadikan bendahara untuk mengumpulkan uang infaq dan sedekah dari majelis Yasin Warotip untuk kepentingan membeli aseton.

“Saya dijadikan bendahara untuk mengumpulkan infaq dan shodaqoh dari majelis Yasin Warotip dan uang infaq itu saya gunakan untuk membeli aseton atas perintah Habib Husein dan Zulmi Agus. Demikian pernyataan saya, yang dibuat dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan dari manapun. Assalamualaikum,” kata dia mengakhiri rekaman.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Kriminal

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kriminal

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kriminal

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kriminal

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kriminal

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kriminal

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo