digtara.com – Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kota Padangsidimpuan Karim Pohan mengajak masyarakat untuk sama-sama mengawasi kasus dugaan suap yang melibatkan sejumlah anggota DPRD.
Karim Pohan mengungkapkan, kasus tersebut merupakan preseden buruk bagi Kota Padangsidimpuan. Untuk itu, kasus dengan nomor LP /B /114/IV /2021/SPKT/POLRES PSP/POLDASUMUT harus diusut secara terbuka.
”Kita mendukung pihak kepolisian agar menuntaskan kasus ini dan masyarakat juga ikut memantau perkembangannya agar ke depannya kasus seperti ini tidak terulang lagi,” pinta Ketua Sapma PP itu.
Meski demikian, Karim Pohan juga memberikan apresiasi bagi empat orang anggota DPRD Kota Padangsidimpuan yang mendatangi Polres Kota Padangsidimpuan.
Mereka adalah Marataman Siregar dari Fraksi Hanura, Noni Paisah, Khoiruddin Siagian dari Fraksi Gerindra dan Ali Hotmatua Hasibuan dari fraksi PDI-P. Keempatnya merupakan anggota Pansus LKPJ Walikota Padangsidimpuan yang dilaksanakan pada 22 hingga 25 Maret di Hotel Wisata Indah Sibolga.
“Kita apresiasi hal itu sebagai niat baik melaporkan dugaan suap dan upaya turut dalam pemberantasan tipikor, khususnya di kota Padangsidimpuan,” kata Ketua Sapma PP, Karim Pohan.
Diberitakan sebelumnya, Kapolres Kota Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini membenarkan sudah menerima laporan dugaan suap anggota DPRD tersebut dan akan menindak lanjuti sesuai peraturan.
“Laporan sudah ada dan akan kita tindak lanjuti,” kata Juliani Prihartini kepada digtara.com.