digtara.com – Gegara ngebut dan geber sepeda motor di jalan, pria di Sumba Timur jadi korban pembacokan.
Gusti Ndakularak (32) warga RT 06/RW 03, Desa Kombapari, Kecamatan Katala Hamu Lingu, kabupaten Sumba Timur, NTT luka parah usai dibacok dengan parang oleh Njanga Njara alias Meki (23).
Pelaku dari Desa Beradolu, Kecamatan Loli, kabupaten Sumba Barat, NTT.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (14/12/2021) sekitar pukul 23.30 Wita saat korban dalam perjalanan pulang.
Saat tiba di lokasi kejadian, tepatnya di depan rumah Willem Dingu Amah, korban bertemu dengan tersangka yang sedang memarkirkan sepeda motornya di pinggir jalan karena rusak.
Korban yang geber sepeda motor terkapar dengan usus terbuka usai dianiaya. (foto:ist)
Saat itu korban mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi sambil geber gas sepeda motor secara berlebihan.
Karena terganggu dengan suara bising sepeda motor korban, tersangka pun mencegat korban.
Karena dicegat tersangka, korban langsung menghentikan sepeda motor dan memarahi tersangka.
Korban pun mengeluarkan kata makian kepada tersangka dan menanyakan alasan tersangka menghadang dan menghentikannya.
Korban kemudian menghampiri tersangka dan memukul pipi kiri tersangka hingga jatuh.
Tersangka kembali berdiri dan tidak terima dengan perlakuan korban.Ia kemudian mengambil parang di jok sepeda motornya lalu menghampiri korban.
Tersangka langsung membacok korban pada bagian perut hingga robek.
Setelah membacok korban hingga terkapar, tersangka langsung melarikan diri.
Sedangkan korban yang mengalami luka robek diperut dibawa warga ke Puskesmas Kombapari, Kabupaten Sumba Timur.
Rabu (15/12/2021), Anggota Polsek Lewa, Sumba Timur ke desa Kombapari untuk menangkap/mengamankan tersangka.
Mereka terdiri dari Bripka F. Umbu Kambala, Bripka Petrus Susang, Bripka Dedi Nuryadi dan Bripka Agung Satria Yuda.
Dengan bantuan masyarakat Desa Kombapari, polisi menemukan tersangka dan membawa tersangka ke Polsek Lewa.
Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan visum terhadap korban yang masih mendapatkan perawatan intensif.
Kapolres Sumba Timur, AKBP Handrio Wicaksono, SIK yang dikonfirmasi Kamis (16/12/2021) membenarkan kejadian ini.
“Sejumlah saksi sudah diperiksa,” ujarnya.
Polisi juga menahan tersangka untuk pemeriksaan lebih lanjut.