digtara.com -SAT (45), oknum anggota Polri di wilayah Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga mencabuli anak tirinya.
Dugaan pen
cabulan ini dilaporkan korban LJT (12) bersama ibunya MI (41) di Polsek Alak pada Sabtu (13/12/2025).
LJT, siswi sekolah dasar merupakan anak kandung dari MI (istri terduga pelaku) atau anak sambung dari terduga pelaku
Dugaan pencabulan anak dibawah umur ini sudah ditangani Propam Polda NTT yang langsung turun menjemput terduga pelaku.
Baca Juga: Dua Bocah Sekolah Dasar di Kupang Dicabuli Kuli Bangunan Korban mengaku di
cabuli sang ayah tiri di rumah mereka di salah satu kompleks perumahan di Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota
Kupang.
Saat kejadian, MI yang juga ibu kandung korban (istri terduga pelaku) sedang tidak berada di rumah dan di rumah hanya ada korban dan terduga pelaku.
Terduga pelaku memanfaatkan kesempatan tersebut.
SAT pun mwn
cabuli korban. Saat itu korban melawan sehingga terduga pelaku menghentikan aksinya.
Korban yang trauma dengan pelakuan ayah tirinya hanya bisa menangis dan mengurung diri dalam kamar.
Korban kemudian menghubungi ibunya agar segera pulang ke rumah.
Baca Juga: Cabuli Bocah Usia Lima, Tersangka Ditahan Polres Sumba Timur Ibu korban langsung pulang. Saat tiba di rumah, ibu korban mendapati terduga pelaku sedang minum minuman keras.
Ibu korban kemudian ke kamar dan menemui korban. Korban pun langsung menangis begitu bertemu ibunya.
Kepada ibunya, korban menceritakan aksi cabul yang dilakukan terduga pelaku kepada korban saat ibu korban sedang tidak berada di rumah.
Polisi dari Polsek Alak sempat ke lokasi kejadian di kawasan perumahan di Kelurahan Manulai II, kecamatan Alak, Kota
Kupang.
Anggota kemudian mengamankan terduga pelaku SAT dan dibawa ke Polsek Alak.
Namun SAT kemudian dilimpahkan ke Bid Propam Polda NTT untuk penanganan lebih lanjut.
Korban dan ibunya kemudian membuat laporan polisi di SPKT Polda NTT untuk proses lebih lanjut.
Baca Juga: Dua Bocah Sekolah Dasar di Kupang Dicabuli Kuli Bangunan Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra yang dikonfirmasi pada Senin (15/12/2025) tidak membantah kejadian ini.