Polisi Bekuk Ibu yang Buang Bayinya di Tepi Sawah

Imanuel Lodja - Selasa, 10 Desember 2019 06:20 WIB

digtara.com | KUPANG – Aparat keamanan Polsek Takari Polres Kupang bergerak gerak cepat pasca menerima laporan kasus buang bayi di tepi sawah.

Selasa (10/12/2019), polisi dipimpin kapolsek Takari, Ipda Arifin menangkap ONT (19), warga RT 14/RW 03 Desa Nifukani Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

ONT langsung digiring ke Mapolsek Takari Polres Kupang guna diperiksa lebih lanjut.Ia tak berkutik saat diamankan polisi. ONT juga menjalani visum di Puskesmas Takari Kecamatan Takari Kabupaten Kupang.

ONT saat diperiksa polisi mengakui semua perbuatannya. Ia mengaku melahirkan sendiri bayi dalam kandungannya saat ia merasakan sakit perut. Karena takut kehamilannya diketahui orang tua dan kerabatnya, ONT membungkus bayi nya dalam kain dan kemudian membuang ditepi sawah kemudian meninggalkan bayinya.

“Alasan bayi dibuang setelah melahirkan karena (ONT) takut ketahuan orang tua nya karena dirinya tengah hamil,” tandas Kapolsek Takari.

ONT diketahui hamil dari hasil hubungan gelap dengan pacarnya. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dan akan memanggil pria yang diduga menghamili ONT.

Hingga siang hari, listrik di polsek Takari polres Kupang padam sehingga penanganan lebih lanjut diserahkan ke Polres Kupang.

“Kita alihkan ke Polres Kupang karena di Polsek Takari lampu dan aliran listrik padam,” tandas mantan Kasubsektor KP3 laut Bolok Polres Kupang ini.

Seorang bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga di tepi sawah. Diduga bayi tersebut baru dilahirkan dibuang orang tuanya.

Bayi ditemukan pada Selasa (10/12/2019) subuh sekitar pukul 05.00 wita di tepi sawah di RT 04/RW 02 Dusun Hapit Desa Noelmina Kecamatan Takari Kabupaten Kupang Provinsi Nusa tenggara Timur (NTT).

Bayi pertama kali ditemukan Welhelmina Seranmeta (37), warga RT 04/RW 02 Dusun Hapit Desa Noelmina Kecamatan Takari Kabupaten Kupang.

Sekitar pukul 05.00 wita, Welhelmina Seranmeta dalam perjalanan pulang dari kiosnya menuju ke rumah. Saat tiba di tempat kejqdian perkara, Welhelmina Seranmeta mendengar suara bayi di tepi sawah.

Ia melihat ada seorang bayi di tepi sawah. Karena kaget, Welhelmina berteriak memanggil warga dan minta tolong. Warga pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batu Putih karena lokasi kejadian dekat dengan Polsek Batu Butih Polres Timor Tengah Selatan (TTS).

Anggota Polsek Batu Putih Bripka Made Srydana Yasa mendatangi lokasi kejadian dan bersama warga membawa bayi tersebut ke Puskesmas Takari untuk mendapatkan perawatan.

Bripka Made Srydana Yasa menghubungi anggota jaga Polsek Takari Polres Kupang karena kejadian penemuan bayi tersebut terjadi di dusun Hapit Ds. Noelmina kecamatan Takari Kabupaten Kupang.

Anggota jaga Polsek Takari langsung menuju ke Puskesmas Takari mengidentifikasi bayi tersebut. Bayi laki -laki tersebut diperkirakan baru lahir yang sengaja dibuang oleh orang tuanya. Dari hasil pemeriksaan medis ditemukan kondisi telapak dan jari -jari tangan kiri bayi tersebut mengalami bengkak.

Saat ini bayi tersebut dirujuk ke Rumah sakit Leona Kota Kupang untuk mendapatkan perawatan.

Editor
: Imanuel Lodja

Tag:

Berita Terkait

Kriminal

Ditres PPA Dan PPO Polda NTT-KPAI Sepakat Optimalkan Perlindungan Pada Anak

Kriminal

Sambut HUT Bhayangkara ke-80 dan HKGB ke-74, Polda NTT Gelar Seminar The Art Of Smart Parenting

Kriminal

Polda NTT Proses Sejumlah Pelaku TPPO

Kriminal

Siswa SMP Negeri 3 Kupang Diingatkan Bahaya Rokok, Narkoba Dan Miras

Kriminal

Rekrutmen Akpol 2026 Dengan Prinsip BeTAH, Polda NTT Pastikan Seleksi Bersih dan Humanis

Kriminal

307 Calon Anggota Polri Panda Polda NTT Lolos ke Rikkes II