digtara.com - Di tengah efisiensi yang ditetapkan pemerintah pusat ternyata tidak menyurutkan persoalan anggaran termasuk dana desa di Padangsidimpuan, Kamis (20/11/2015).
Baca Juga: Irigasi DI Ujung Gurap Diterjang Banjir, Anggota DPRD Ipong Dalimunthe Bersama Pemko dan UPTD Lakukan Peninjauan Langsung Kali ini bukan soal pemotongan dana desa, tetapi soal proyek pembuatan website desa TA. 2025 yang dilaksanakan sejumlah desa Se-Kota Padangsidimpuan.
Hal tersebut diketahui awak media setelah mendapatkan informasi dariberbagai sumber dan kroscek lapangan.
Baca Juga: Jaga Stabilitas di Daerah, Pemko Sidimpuan Sebar 6 Ton Beras SPHP di Seluruh Kecamatan Lewat GPM
Untuk diketahui, pada Rancangan Anggaran Biaya (RAB) desa terlihat item yang dianggarkan dengan nama belanja modal jaringan/instalasi sebesar Rp.4.500.000,-/desa.
Baca Juga: Warga Protes, Pemko Sidimpuan Tak Gelar Perayaan Pawai 17 Agustus
Dan dari penjejakan awak media bahwa pelaksanaproyek ini merupakan salah satu perusahaan di Kota Medan.
Baca Juga: Ririn Yunika Raih Penghargaan Best Model Of the Year di Asean Fashion Festival 2025 Sementara itu dari informasi sejumlah penyedia website desa bahwa dengan website yang dibuat di Kota Padangsidimpuan ini kisaran harga Rp.1,2 Juta/desa bukan Rp.4,2 Juta.
Baca Juga: Hargai Hak Prerogatif Kepala Daerah, Gerindra Sidimpuan Tak Ingin Pergantian Jabatan Karena Tekanan Maka jika harga yang berbeda jauh tersebut sesuai dengan regilasi pengadaan instalasi maka dugaan kerugian negara akan sangat tinggi.
Baca Juga: Kantor Kontraktor di Padangsidimpuan Disegel KPK, Terkait Proyek Provinsi? Mari kita hitung dengan harga standar lapangan.
Jika Harga pasar Rp.1,2 Juta Ditambah pajak 11% (Rp.132 ribu) menjadi Rp. 1.332.000, dan ditambah keuntungan perusahaan 10% (Rp.120 ribu) maka tertotal = Rp. 1.452.000,-.
Baca Juga: Pak Kejati, Ada Proyek Irigasi Rp.2,3 Miliar di Sidimpuan Gagal, Biaya Perencanaan dan Pengawasan Ratusan Juta
Dan jika dianggarkan Rp. 4,6 Juta/desa, maka dugaan mark upnya senilai Rp.3.148.000,-/ desa. Lalu jika 42 desa membuat website kerugian negaranya bisa mencapai Rp.130 Juta untuk satu kegiatan.
Baca Juga: Kasi Keuangan Polres Padangsidimpuan Dipecat, Ini Kasusnya!
Dari sumber dan data yang diterima bahwa sedikitnya 16 kepala desa sudah menyetorkan anggaran Rp.4,5 Juta kepada oknum penyedia sebesar Rp.2.160.000, sebagai biaya website dan oknum lain.
Baca Juga: Anak Usia 6 Tahun Kembali Jadi Korban Kekerasan Seksual di Padangsidimpuan
Lebih mencengangkan lagi, sisa Rp.2.340.000, selain untuk penyedia diduga juga disetor untuk oknum Dinas PMD sebesar Rp.200 Ribu perdesa.
Baca Juga: Sopir Travel di Sidimpuan Lecehkan Penumpangnya Saat Berangkat Ujian
Untuk oknum penghubung berinisial "Hb" ditransfer Rp.700 ribu/desa melalui link bank atas nama N Ausyah atau nama para kades.
Baca Juga: 495 Rumah di Padangsidimpuan Rusak-223 Rumah di Tapsel Terendam Akibat Banjir
Dan oknum Kominfo Rp.600 ribu/desa. sedangkan bagian untuk oknum Kades Rp.840 ribu/desa.
Baca Juga: Irigasi DI Ujung Gurap Diterjang Banjir, Anggota DPRD Ipong Dalimunthe Bersama Pemko dan UPTD Lakukan Peninjauan Langsung
Tanggapan Kades Partihaman
Baca Juga: Jaga Stabilitas di Daerah, Pemko Sidimpuan Sebar 6 Ton Beras SPHP di Seluruh Kecamatan Lewat GPM Kades Partihaman, Amran membenarkan mentransfer uang kepada oknum dengan nama panggilan Panjaitan bukan atas nama perusahaan. Namun dari data yang didapat media kades ini mentransfer uang sejumlah Rp.3.662.500 atas nama oknum "HB".
Baca Juga: Warga Protes, Pemko Sidimpuan Tak Gelar Perayaan Pawai 17 Agustus "Ia. Itu ditransfer ke Panjaitan karena dia yang ngurus" Kata Amran.
Baca Juga: Ririn Yunika Raih Penghargaan Best Model Of the Year di Asean Fashion Festival 2025
Tanggapan Kades Tarutung Baru
Baca Juga: Hargai Hak Prerogatif Kepala Daerah, Gerindra Sidimpuan Tak Ingin Pergantian Jabatan Karena Tekanan Kades Tarurung Baru membenarkan adanya program website desa namun dirinya berdalih belum mentransfer.
Baca Juga: Kantor Kontraktor di Padangsidimpuan Disegel KPK, Terkait Proyek Provinsi? "Ia. Belum saya bayar" Kata Kades dalam pengakuan sementaranya.
Baca Juga: Pak Kejati, Ada Proyek Irigasi Rp.2,3 Miliar di Sidimpuan Gagal, Biaya Perencanaan dan Pengawasan Ratusan Juta
Tanggapan Oknum Yang Mengaku Vendor/ Penyedia
Baca Juga: Kasi Keuangan Polres Padangsidimpuan Dipecat, Ini Kasusnya!
Saat dikonfirmasi oknum pengadaan Z Panjaitan membenarkan uang desa tersebut ditransfer ke rekening pribadinya bukan perusahaan.
Baca Juga: Anak Usia 6 Tahun Kembali Jadi Korban Kekerasan Seksual di Padangsidimpuan
"Saya bang pekerja. Ya kalaupun itu ditransfer kerekening saya. Saya tidak bisa itukan bang langsung menyapaikan berapa itu yang ditransfer. Yang jelas apa yang ditransfer saya teruskan bang. Saya tidak bisa membuka itu bang" kata Z Panjaitan.
Baca Juga: Sopir Travel di Sidimpuan Lecehkan Penumpangnya Saat Berangkat Ujian
Ketika ditanyai milik siapa perusahaan tersebut membenarkan bukan miliknya.
"Ya, atasan kita lagi bang" Ucapnya.
Baca Juga: 495 Rumah di Padangsidimpuan Rusak-223 Rumah di Tapsel Terendam Akibat Banjir
Baca Juga: PLN Gerak Cepat Pulihkan Kelistrikan Pasca Banjir di Padangsidimpuan Tanggapan Oknum Penyambung Berinisial "Hb"
Baca Juga: Baru Nyampe Dari Medan Lansung ke Balaikota, Walkot Letnan Apelkan Seribuan "Pasukan" Guna Turun Ke Lokasi Banjir Saat dihubungi untuk konfirmasi melalui whatsapp (WA) pribadinya apakah benar ada menerima transferan Rp.700 ribu/desa tidak aktif lagi.
Tanggapan Kadis Kominfo
Baca Juga: Kali Ini Banjir Sidimpuan Terparah Sejak 2017
Kadis Kominfo Padangsidimpuan, Nur Cahyo Susetyo saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan oknum Kominfo ikut kecipratan Rp.600 ribu/desa tidak memberikan komentar apapun.
Baca Juga: Pidato Perdana H. Letnan: Yang Menang Adalah Warga Padangsidimpuan Tidak Ada Lagi Sekat
Baca Juga: Website Wamendes Riza Patria Dipakai untuk Judi Online Tanggapan Plt. Kadis PMD Padangsidimpuan
Plt Kadis PMD Rahuddin Harahap saat dikonfrimasi juga tidak memberikan jawaban apakah benar ada bagian oknum dinasnya menerima Rp.200 ribu/desa.
Baca Juga: Ayo Semarakkan MTQ Tingkat Kota Padangsidimpuan Ke-XXIV, Berikut Link Twibbon nya
Baca Juga: Irigasi DI Ujung Gurap Diterjang Banjir, Anggota DPRD Ipong Dalimunthe Bersama Pemko dan UPTD Lakukan Peninjauan Langsung
Tanggapan Ketua Apdesi Padangsidimpuan
Baca Juga: Jaga Stabilitas di Daerah, Pemko Sidimpuan Sebar 6 Ton Beras SPHP di Seluruh Kecamatan Lewat GPM
Ketua Apdesi Kota Padangsidimpuan yang juga Kades Batang Bahal mengungkapkan pihaknya akan memperjelas pesoalan tersebut.
Baca Juga: Warga Protes, Pemko Sidimpuan Tak Gelar Perayaan Pawai 17 Agustus "Akan kita perjelas (mekanisme) secepatnya" Tegasnya.
Baca Juga: Ririn Yunika Raih Penghargaan Best Model Of the Year di Asean Fashion Festival 2025 Diharapkan agar APH segera mengusut peroslan bagi-bagi dana desa ini.
Baca Juga: Hargai Hak Prerogatif Kepala Daerah, Gerindra Sidimpuan Tak Ingin Pergantian Jabatan Karena Tekanan
Baca Juga: Kantor Kontraktor di Padangsidimpuan Disegel KPK, Terkait Proyek Provinsi?
Baca Juga: Pak Kejati, Ada Proyek Irigasi Rp.2,3 Miliar di Sidimpuan Gagal, Biaya Perencanaan dan Pengawasan Ratusan Juta