digtara.com - Anggota MPR/DPR RI yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XIII, Bapak Rinto Subekti, SE., MM., menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada Senin pagi (16/3/2026). Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlangsung khidmat di Aula Pesantren Assalam, Desa Jatiroto, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, pengasuh dan santri pesantren, serta ratusan warga setempat yang antusias memahami kembali fondasi berbangsa dan bernegara.
Tahun ini, sosialisasi mengangkat tema yang sangat krusial di tengah dinamika sosial saat ini, yaitu: "Empat Pilar Kebangsaan sebagai Landasan Bermasyarakat dan Pemersatu".
Pentingnya Menjaga Fondasi Bangsa
Dalam pemaparannya, Rinto Subekti menekankan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan, melainkan tameng utama dalam menjaga keutuhan bangsa dari potensi perpecahan.
"Di tengah era keterbukaan informasi seperti sekarang, pemahaman terhadap Empat Pilar harus diperkuat, khususnya di lingkungan pesantren dan masyarakat desa. Ini adalah landasan kita dalam bertoleransi dan hidup rukun berdampingan," ujar Rinto Subekti di hadapan para peserta.
Baca Juga: Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Wonogiri, Rinto Subekti Tegaskan Pentingnya Spirit Persatuan
Politisi senior ini juga menambahkan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai motor penggerak nilai-nilai nasionalisme yang religius. Oleh karena itu, pemilihan Aula Pesantren Assalam sebagai lokasi sosialisasi dinilai sangat tepat untuk mengakar-rumputkan nilai-nilai kebangsaan.
Poin Penting Sosialisasi
Melalui pemaparan interaktif, beberapa poin utama yang digarisbawahi dalam kegiatan ini antara lain:
*Pancasila sebagai ideologi hidup dan dasar negara.*
*UUD 1945 sebagai konstitusi yang menjamin hak dan kewajiban warga negara.*
*
NKRI sebagai bentuk negara yang final dan tidak bisa ditawar.*
*Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat keberagaman budaya, suku, dan agama.*
Antusiasme Peserta dan Sesi Diskusi
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Banyak peserta, terutama generasi muda dan tokoh masyarakat setempat, menyampaikan aspirasi serta pertanyaan terkait tantangan menjaga persatuan di era digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Jatipuro, khususnya Desa Jatiroto, dapat menjadi pelopor dalam menerapkan nilai-nilai luhur kebangsaan di kehidupan sehari-hari demi terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan bersatu.
Baca Juga: Rinto Subekti: Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Fondasi Utama Menuju Indonesia Emas 2045 Acara ditutup pada siang hari dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan sesi foto bersama antara Rinto Subekti, pengasuh pesantren, serta seluruh peserta yang hadir. (San).