digtara.com - Tim gabungan Kepolisian menggeledah sebuah rumah mewah di kawasan Parahyangan Golf II, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (8/7/2026) malam hingga Kamis (9/7/2026) dini hari.
Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang tengah ditangani Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
Pantauan di lokasi menunjukkan aparat kepolisian dan personel Brimob bersenjata lengkap berjaga di sekitar rumah selama proses penggeledahan berlangsung.
Diduga Terkait Rangkaian Penggeledahan SebelumnyaOperasi di Sentul City diduga berkaitan dengan penggeledahan yang sebelumnya dilakukan penyidik di Cafe de'CLAN Signature serta sebuah money changer di kawasan Jakarta Selatan.
Penyidik menyisir sejumlah lokasi untuk mencari dokumen, barang bukti elektronik, maupun aset yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diusut.
Kasus yang tengah diselidiki meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PT PLN, dugaan korupsi PT Asabri periode 2020–2025, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Baca Juga: LAPK Desak PLN Beri Kompensasi, Warga Medan dan Deli Serdang Masih Keluhkan Listrik Padam Berulang
Pada penggeledahan di
Cafe de'CLAN Signature, polisi menemukan sebuah brankas yang disembunyikan di balik lemari. Brankas tersebut berisi uang tunai dalam mata uang dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura serta sejumlah dokumen penting.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan brankas tersebut sengaja disembunyikan untuk menyamarkan keberadaannya.
Selain uang tunai dalam mata uang asing, penyidik juga mengamankan berbagai dokumen yang kini tengah dianalisis sebagai bagian dari proses penyidikan.
Temukan Brankas Berisi Tujuh KoperDalam penggeledahan di rumah kawasan Sentul City, penyidik kembali menemukan sebuah brankas berukuran besar dalam kondisi terkunci.
Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto mengatakan brankas tersebut kemudian dibuka secara paksa.
Di dalamnya, penyidik menemukan tujuh koper yang berisi logam mulia serta uang tunai dalam berbagai mata uang asing.
"Setelah brankas berhasil dibuka, ditemukan tujuh koper yang berisi logam mulia dan berbagai mata uang asing," ujar Totok.
Barang Bukti yang DiamankanBerdasarkan hasil pendataan awal penyidik, barang bukti yang ditemukan antara lain:
Emas batangan seberat 74 kilogram.
Uang tunai sebesar 4.767.300 dolar Amerika Serikat (USD).
Baca Juga: Blackout Sumatera Lumpuhkan Aktivitas Warga, Berapa Lama Pasokan Listrik PLN di Sumatera Kembali Normal? Uang tunai sebesar 14.083.800 dolar Singapura (SGD).
Uang tunai Rp100 juta.
Polisi memperkirakan total nilai aset tersebut mencapai sekitar Rp476 miliar setelah dikonversi ke mata uang rupiah.
Polisi Sita Dokumen dan Telepon GenggamSelain menyita aset bernilai tinggi, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa telepon seluler, dokumen-dokumen penting, serta beberapa foto keluarga yang ditemukan di dalam rumah.
Barang-barang tersebut akan diperiksa lebih lanjut untuk membantu mengungkap identitas pemilik aset maupun keterkaitannya dengan perkara yang sedang disidik.
"Seluruh barang bukti akan dilakukan penyitaan secara resmi untuk kepentingan penyidikan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang," kata Totok.
Proses Penyidikan Masih BerlangsungHingga Kamis dini hari, aparat kepolisian masih melakukan sterilisasi dan penyisiran di lokasi penggeledahan guna memastikan tidak ada barang bukti lain yang terlewat.
Polri menyatakan proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap asal-usul aset yang ditemukan serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Sementara itu, informasi yang beredar mengenai dugaan kepemilikan rumah oleh pihak tertentu belum disampaikan secara resmi oleh kepolisian. Penyidik masih melakukan pendalaman berdasarkan alat bukti yang telah diamankan.
Baca Juga: LAPK Desak PLN Beri Kompensasi, Warga Medan dan Deli Serdang Masih Keluhkan Listrik Padam Berulang