digtara.com - PDI Perjuangan (PDIP) berduka atas wafatnya Guruh Soekarnoputra. Sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, seluruh struktur partai dari tingkat pusat hingga akar rumput diinstruksikan mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari.
Sekretaris Jenderal DPP
PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan hal tersebut saat berada di rumah duka
Guruh Soekarnoputra, Jalan Sriwijaya Raya No. 26, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).
"Pada hari ini, keluarga besar PDI Perjuangan sungguh sangat kehilangan atas dipanggilnya Mas Guruh Soekarnoputra ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa dalam usia 73 tahun," kata Hasto.
PDIP Kenang Guruh Soekarnoputra sebagai Seniman dan Pejuang PartaiHasto mengatakan jajaran PDIP memberikan penghormatan kepada Guruh Soekarnoputra atas dedikasi, karya, serta kiprahnya di bidang sosial, budaya, dan politik.
Menurut Hasto, Guruh merupakan sosok seniman besar sekaligus pejuang partai dan marhaenis yang memberikan warna dalam kehidupan sosial dan budaya Indonesia melalui berbagai karya.
Guruh juga memiliki keterkaitan dengan PDIP melalui karya musiknya. Hasto menyebut Guruh merupakan pencipta lagu Mars PDI Perjuangan.
Baca Juga: Fando Manihuruk Terpilih sebagai Bendahara Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Pujidadi: Yakin Bawa Perubahan Positif
"Maka tadi pagi juga kami laporkan bahwa keluarga
PDI Perjuangan memberikan penghormatan yang terbaik dari seluruh jajaran DPP hingga anak ranting terhadap sosok seniman besar, sosok pejuang partai, dan juga marhaenis yang telah memberikan warna di dalam kehidupan sosial, budaya dengan karya-karya yang luar biasa dari Mas Guruh, dan juga kiprahnya di
PDI Perjuangan. Karena Mas Guruh ini yang menciptakan lagu Mars
PDI Perjuangan," ujar Hasto.
Sebagai bentuk penghormatan tersebut, PDIP menerapkan protokol partai dengan mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari.
"Sehingga seluruh jajaran PDI Perjuangan memberikan penghormatan terbaik melalui protokol partai dan akan mengibarkan bendera setengah tiang selama 7 hari," imbuhnya.
Megawati Pantau Kondisi Guruh Saat DirawatHasto juga mengungkapkan bahwa Megawati Soekarnoputri terus memantau kondisi Guruh sejak sang adik menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurut Hasto, Megawati memberikan perhatian langsung dan berdiskusi dengan tim dokter yang menangani Guruh.
"Jadi tadi pagi, saya langsung melaporkan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, di mana sejak awal ketika masuk ke rumah sakit, Ibu Mega menunjukkan perhatian yang begitu besar dan rasa cintanya terhadap adik kandungnya," kata Hasto.
Ia menambahkan, Megawati juga memberikan arahan dan berdiskusi secara detail dengan para dokter ahli yang merawat Guruh.
Guruh Soekarnoputra Akan Dimakamkan di Samping FatmawatiJenazah Guruh Soekarnoputra telah berada di kediamannya di Jakarta. Hasto mengatakan almarhum direncanakan dimakamkan di samping makam ibundanya, Fatmawati.
Makam Fatmawati diketahui berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat.
"Hari ini jenazah Mas Guruh sudah berada di kediaman beliau dan nanti rencana akan dimakamkan berada di sebelah Ibu Fatmawati," ujar Hasto.
Baca Juga: Mulyadi Barus: Ketua Ranting Terpilih Harus Lahirkan Pemimpin Loyalitas Besarkan partai Meski demikian, waktu pasti pemakaman
Guruh Soekarnoputra belum ditentukan. Hasto menyebut keluarga inti masih melakukan musyawarah untuk menentukan jadwal prosesi pemakaman.
"Nanti ini ada musyawarah keluarga terlebih dahulu untuk menentukan kapan Mas Guruh nantinya akan dimakamkan," pungkasnya.