digtara.com – Pemanfaatan aplikasi digital dalam menunjang kinerja Pemko Medan akan membawa perubahan besar ke depan. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) TA 2020, Syaiful Ramadhan, Jumat (9/4/2021).
Politisi PKS ini mengaku mendukung penuh keinginan Pemko Medan memanfaatkan aplikasi digital dalam mendukung kinerja serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita sangat mendukung upaya yang dilakukan Pemko Medan ini, kita sangat yakin pemanfaatan aplikasi digital bisa memberikan percepatan dalam mewujudkan keinginan Pemko Medan salah satunya dalam mendongkrak PAD,” kata Syaiful.
Dalam urusan PAD, ia mengatakan Pemko Medan akan mendapatkan sejumlah keuntungan jika penerapan aplikasi digital dilakukan dengan baik. Diantaranya, memangkas birokrasi dan mencegah kebocoran anggaran.
“Bayangkan saja, dari banyak objek PAD jika dilakukan proses digitalisasi maka akan memiliki banyak keuntungan diantaranya memangkas panjangnya birokrasi dan meminimalisir potensi kebocoran PAD,” jelasnya.
Begitu juga dalam pelayanan publik, seperti administrasi kependudukan, pelayanan perizinan, parkir dan retribusi sampah pemanfaatan aplikasi digital akan mempermudah kontrol sekaligus memberikan kepuasan kepada masyarakat.
“Sejak awal kita (PKS) sudah mendorong Pemko melakukan digitalisasi pelayanan seperti parkir dan retribusi sampah yang kerap dikeluhkan warga,” ungkapnya.
Disampaikan Syaiful, semangat Pemko Medan dalam menghadapi tantangan tekhnologi 4.0 tidak akan banyak menemui hambatan dikarenakan posisi Kota Medan yang saat ini sudah sangat memerlukan hal itu.
“Keinginan menghadirkan aplikasi baru sebagai pantauan meningkatkan perekonomian demi mengurangi dan menghindari penguapan anggaran yang kerap terjadi penerapan sistem cashless atau digital dinilai akan memberi percepatan terlebih dimasa pandemi ini,” jelasnya.
Kuncinya, kata Syaiful perangkat yang dimiliki Pemko Medan diantaranya organisasi perangkat daerah (OPD) dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki harus mampu mengimbangi keinginan Wali Kota Medan ini.
“Keinginan besar Wali Kota Medan patut mendapat dukungan yang maksimal dari OPD dan SDM di Pemko Medan. Cita-cita besar ini akan sulit terwujud jika OPD dan perangkat yang dimiliki tidak mampu menjabarkan keinginan Wali Kota Medan,” pungkasnya.