digtara.com – Pertemuan antara Wali Kota Medan dengan sejumlah pengurus organisasi pers yang dikemas acara buka puasa bersama, dituding sebagai ajang “berdamai”. Terkait hal itu, Ketua IJTI, Budi Amin Tanjung, memberikan klarifikasi.
Disebutkan Budi, acara yang digelar di Tjong A Fie adalah murni kegiatan buka puasa bersama. Tidak ada pertemuan “perdamaian” atau apalah istilahnya terkait dengan aksi demo yang dilakukan teman-teman wartawan kemarin.
“IJTI memang dari awal diajak untuk aksi bersama, namun secara organisasi saya harus meminta kronologis terkait pengusiran wartawan itu, siapa wartawannya, medianya, dan lain lain. Sejauh ini, kami IJTI belum ada menerima kronologisnya seperti apa kejadian sebenarnya. Bagi saya kalau pun ada oknum anggota IJTI yang ikut demo silahkan saja, bukan atas nama IJTI,” kata Budi Amin Tanjung.
Ditambahkan Tanjung, pengalaman di lapangan, belasan kasus kekerasan wartawan yang dibela mati-matian, tapi ujung-ujungnya oknum yang berseteru banyak yang “berdamai” diam-diam atau sendiri-sendiri.
Baca: Paspampres Usir Wartawan, Ketua FJM: Ada Penggiringan Isu Jurnalis Tak Junjung Kode Etik
“Dukungan organisasi pers itu ternyata dimanfaatkan oknum untuk menaikkan tarif. Saya khawatir ini yang akan terjadi, makanya saya minta harus kirim kronologis dulu baru kami memutuskan sikap,” tutup Budi Tanjung.
Dituding Berdamai dengan Wali Kota Medan, Ini Penjelasan IJTI Sumut