digtara.com – Badai Seroja yang menerjang wilayah Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/4) lalu membekas di sejumlah wilayah. Salah satunya danau besar yang muncul di Kota Kupang.
Cekungan berisi air yang luasnya sekitar 500 m persegi itu berada di RT 22, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa.
Menurut warga setempat, danau ini terbentuk sejak dua minggu lalu atau usai badai siklon tropis Seroja. Warga setempat menyebutkan, sebelumnya tempat tersebut merupakan kebun sayur milik warga sekitar.
Namun kini berubah jadi sebuah danau, akibat meluapnya mata air di sekitar lokasi.
“Ini dulu kebun sayur, tanah rata, jadi orang biasa timba (ambil) air untuk siram sayur. Setelah hujan angin besar itu, mata air pecah ada lari datang ni rendam semua,” Jelas Mikhael Lakapu, Senin (19/4/2021).
Warga melihat danau yang muncul di Kota Kupang. (foto:Ilo/digtara)
Mikhael Lakapu (40), salah seorang warga di sekitar lokasi itu mengaku saat badai Seroja terjadi getaran di sekitar mata air, yang akhirnya membuat tujuh mata air yang berada di tebing mengeluarkan air dalam jumlah yang sangat banyak.
“Awalnya itu ada getaran di dekat mata air, habis itu langsung keluar air besar akhirnya sampai meluap di kebun sayur ini,” Ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini debit air terus mengalami peningkatan sehingga dari tujuh mata air yang ada, tiga di antaranya telah terendam air. Empat mata air lagi masih dapat dilihat oleh warga sekitar.
Danau tersebut dinamai warga, Tankolo. Selain merendam kebun, juga merendam rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Bahkan, melihat debit air yang belum menurun, air danau ini dikhawatirkan akan meluas sehingga merendam rumah yang berada di sekitarnya, termasuk pada jalur ring road.
“Sekitar 20 orang di sebelah situ, ada yang sudah mengungsi ke tetangga punya rumah,” Ungkap Mikhael.
Warga setempat telah melaporkan hal tersebut kepada RT dan lurah setempat, sehingga dilakukan peninjauan.
Fenomena alam lainnya Pasca Badai Seroja juga terjadi di Kabupaten Rote Ndao. Di sana, muncul gundukan tanah dan bebatuan menyerupai pulau.