digtara.com – Dampak dari Siklon Tropis Seroja pada Sabtu (4/4/2021) hingga Minggu (5/4/2021) membuat 7 rumah warga kampung Taklale, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang hilang tergerus banjir bandang. Kini, 7 kepala keluarga (KK) yang rumahnya hilang, masih hidup di tenda.
Selain rumah yang hancur, 1 warga meninggal dunia dan puluhan ternak warga mati dan terbawa banjir. Ke-7 rumah yang hilang milik Marthen Lubalu, Jony Kollo, Nancy Taek, Nitanael Tampani, Win Lubalu, Oby Lubalu dan Yohanis Liwar.
Enjel Hayon, bocah usia 11 tahun yang selamat dalam kejadian ini Senin (19/4/2021) menceritakan kalau hujan lebat terjadi selama dua hari, Sabtu (4/4/2021) hingga Minggu (5/4/2021).
Ketika ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa, kakeknya Nitanael Tampani sudah ke tempat yang lebih tinggi menyelamatkan diri.
Air pun mulai masuk ke rumah. Ia dan kedua kakak serta dua adik yang masih kecil serta ibunya berusaha naik ke atap rumah namun tidak berhasil karena banjir makin deras.
Ketika rumah semi permanen yang mereka tempati mulai miring, mereka berhasil keluar rumah dan berenang. Sempat kesulitan akibat batuan dan sampah. Mereka sempat naik ke batang pohon kelapa.
Beberapa warga menolong mereka dengan melemparkan tali sehingga Enjel sekeluarga selamat dari badai tersebut.
Sementara korban meningga M Sau menurut penuturan warga, memilih bertahan di rumah saat air sudah masuk ke rumahnya. Ia awalnya menutup rumah. Namun banjir yang deras membobol rumahnya.
M Sau lalu berusaha mencari lokasi yang lebih tinggi namun rumah roboh sehingga M Sau tidak tertolong.
Pasca kejadian ini, sebagian korban menumpang di rumah tetangga, sementara sebagian memilih bertahan di lokasi itu. Mereka hidup di tenda tanpa dinding sambil menunggu datangnya bantuan dan uluran tangan pemerintah dan donatur.
Hingga dua pekan ini, mereka belum mendapatkan bantuan. Namun mereka dijanjikan akan diberikan bantuan bahan bangunan rumah pada pekan ini.
“Minggu ini dijanjikan seng dan bahan bangunan oleh pihak gereja,” tandas Pet (42), salah satu korban di lokasi kampung Taklale, Kelurahan Babau.