digtara.com – Puluhan jurnalis yang tergabung di dalam Forum Jurnalis Medan (FJM) kembali melakukan aksi damai di Balai Kota, Jalan Raden Saleh, Senin (19/4/2021). Kantor Wali Kota Medan
Aksi yang ketiga kalinya ini dilakukan karena sampai hari ini Wali Kota Medan Bobby Nasution urung menyampaikan permohonan maaf atas insiden pengusiran dua wartawan dari Balai Kota Medan oleh petugas pengamanan seperti Satpol PP, Polisi, dan Paspampres, Rabu 14 April 2021 lalu.
Pantauan dilokasi, jurnalis yang turun ke jalan tidak ada melakukan orasi dengan pengeras suara. Malah jurnalis menutup mulutnya dengan selotip dan memasang pita merah putih di lengannya.
Setelah ditunggu lebih dari satu jam, Wali Kota Medan Bobby Nasution tidak kunjung hadir untuk menemui massa.
Koordinator Aksi, Daniel, menyebut aksi kali ini merupakan lanjutan dari dua aksi sebelumnya.
Baca: Dituding Berdamai dengan Wali Kota Medan, Ini Penjelasan IJTI Sumut
Di mana, tuntutan masih tetap sama yakni meminta Bobby Nasution menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden pengusiran wartawan pekan lalu.
“Karena tidak ada permohonan maaf, aksi ini akan terus berlanjut,” tegasnya.
Bobby ogah menyampaikan permohonan maaf
Sehari setelah aksi damai perdana, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengumpulkan wartawan yang bertugas di Balai Kota Medan di Rumah Tjong Afie, Jalan Kesawan. Di sana, Bobby ogah menyampaikan permohonan maaf.
Seperti diberitakan, sikap arogan ditunjukkan petugas Satpol PP, Polisi dan Paspampres yang bertugas di Balai Kota Medan.
Mereka mengusir wartawan yang sehari-hari betugas di Balai Kota.
Peristiwa itu terjadi, Rabu (14/4/2021) sore. Awalnya wartawan yang mengetahui keberadaan menantu Presiden Jokowi di kantor menunggu di depan pintu masuk lobi utama.
Baca: Hani, Korban Pengusiran Paspampres: Lucu Ya Wali Kota Medan, yang Korban Siapa yang Bukber Siapa
Tidak lama berselang datang sejumlah Satpol PP berpakaian lengkap. Mereka menanyakan keperluan awak media menunggu Bobby Nasution. Awalnya, awak media menjelaskan ingin wawancara. Waktu wawancara pun hanya beberapa menit saja.
“Di luar aja. Jangan di sini,” kata anggota Satpol PP bertubuh tegap.
Untuk Ketiga Kalinya Kantor Wali Kota Medan di Demo Jurnalis