Perjuangkan Anaknya Kuliah di USU, Bapak Ini Kendarai Betor Sejauh 43 Km

Redaksi - Senin, 05 Juli 2021 13:26 WIB

digtara.com – Hari kedua jalur Seleksi Masuk Mandiri (SMM) dan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Program Diploma (SPMPD) USU masih berlangsung hingga hari ini Senin (5/7/2021). Perjuangkan Anaknya Kuliah di USU

Dari pantauan di lapangan ratusan orangtua terlihat sedang mengantarkan anaknya yang akan mengikuti ujian sebagai calon mahasiswa USU dengan menggunakan berbagai macam kendaraan.

Misalnya laki-laki paruh baya bernama P Pasaribu yang mengantarkan sang anak menggunakan becak. Dia terpaksa berkendara sejauh 43 Km agar sang anak bisa mengikuti Ujian Seleksi Masuk Mandiri di USU.

Baca: Prof Henuk Berulang Kali Bermasalah, Rektor USU Terkesan Tutup Mata

Dari pantauan digtara.com, bersama anaknya, Paskal Pasaribu, dia berangkat bersama menaiki becak dari Desa Batang Terap Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Sembari menunggu anaknya selesai ujian, pria paruh baya itu duduk di trotoar, di bawah rindangnya pepohonan di kampus USU.

Ia duduk bersama dengan beberapa orangtua lainnya yang juga sedang menunggu anaknya selesai melaksanakan ujian.

Baca: Susu Beruang dan Oksigen Langka di Jabar, Ini yang Dilakukan Ridwan Kamil

Dengan mengenakan jaket tebal berwarna hitam, masker biru, celana coklat tua dan rambut yang telah memutih tidak menjadikannya alasan untuk tidak mengantarkan anakanya mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.

“Kami berangkat dari rumah jam sembilan pagi tadi, karena takut terlambat kami menggunakan becak,” ucapnya.

Lanjutnya, ia mengatakan becak tersebut bukanlah miliknya, terapi itu becak tetangga yang ia sewa.

“Becak yang kami pake ini, punya tetangga. Nanti kami salamian lah dia ratus ribu,” ujarnya.

Ia kembali bercerita sebenarnya ongkos dari rumahnya sampai ke USU lebih murah jika menggunakan angkutan umum. Namun karena takut terlamabat mereka memilih menaiki becak.

“Kalau naik angkot banyak ngetem nya. Apalagi situasi sekarang ini, Covid-covid ini duduknya pun harus berjarak,” ungkapnya.

Baca: Sepak Terjang Prof Henuk Guru Besar USU yang Kerap Bikin Gaduh, Kini Jadi Tersangka

Pria pensiunan kebun sawit ini menceritakan ada kepuasan tersendiri baginya mengantarkan anaknya untuk mengejar pendidikannya.

“Anak saya ada tiga, semua laki-laki. Jadi ini bukan pertama kali saya mengantarkan anak mengikuti ujian kesini. Tetapi ini yang ketiga kali, kakanya dulu semua lulus dari sini,” jelasnya.

Ia menganggap dampingan orangtua penting untuk menambah semangat pada saat anak mengikuti ujian dan baginya pendidikan itu sangat penting terutama sekarang ini.

“Lulus gak lulus itu urusan belakang, yang penting kita kasih suport untuk anak kita. Apalagi jaman sekarang ini mencari pekerjaan susah, kalau tamat SMA aja gak cukup. Kalau sudah kuliah kan pola pikir udah berbeda,” pungkasnya. [mag-01]

Perjuangkan Anaknya Kuliah di USU, Bapak Ini Kendarai Betor Sejauh 43 Km

Editor
: Redaksi

Tag:
USU

Berita Terkait

Nusantara

Jusuf Hamka Jadi Anggota Amirul Hajj, Siap Kembangkan Ekosistem Ekonomi Haji Indonesia

Nusantara

ICMI Sumut Minta Polemik Video Ceramah JK Tak Dibawa ke Isu Agama

Nusantara

Bimbad PPIH Daker Bandara Ajak Semua Petugas Haji Beri Pendampingan Optimal bagi Jemaah Berkebutuhan Khusus

Nusantara

Pastikan Layanan Haji Cepat dan Nyaman, Wapres dan Menhaj Tinjau Makkah Route Juanda

Nusantara

Tinjau Layanan Fast Track di Soetta, Kemenhaj Apresiasi Komitmen Arab Saudi Permudah Jemaah Haji Indonesia

Nusantara

Persiapan Operasional Haji 2026 Capai 100%, Menhaj Tegaskan Jadwal Tetap On Track