digtara.com – Persediaan gula kristal di Sumatera Utara (Sumut) masih aman walau sudah berkurang menjadi 234,49 ton.
Hal ini disampaikan Pemimpin Wilayah Sumut Perum BULOG, Arif Mandu.
“Stok gula 234,49 ton itu masih cukup aman untuk kebutuhan di Sumut beberapa bulan ke depan sehingga warga diharapkan tidak khawatir,” ujar Arif, melansir antaranews.com, Minggu (22/8/2021).
Baca: Penanggulangan Penyebaran Covid-19, Kodim 0204/DS Bagi-Bagi Masker
Stok 234,49 ton itu berada di tujuh gudang BULOG Sumut dengan terbanyak di gudang Kantor Cabang Medan dan Kantor Cabang Pembantu Gunung Sitoli, Nias.
Di gudang Kantor Cabang Medan, stok gula ada 65 ton dan di Kantor Cabang Pembantu Gunung Sitoli 54,15 ton.
Baca: Tak Penuhi Panggilan Polisi, Rusmani Manurung : Saya Sakit Gula, Kolesterol, Darah Tinggi dan Asam Urat!
Meski masih aman, ujar Arif Mandu, BULOG Sumut bersiap menambah stok untuk tetap bisa terus menjaga ketersediaan.
Dengan ketersediaan yang memadai diharapkan bisa menjaga kestabilan harga di pasar dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp12.500 per kg.
“BULOG siap melakukan OP (operasi pasar) kalau harga terus di atas HET,” ujarnya.
BULOG, ujar Arif Mandu punya kewajiban untuk membantu menekan angka inflasi dengan cara menjaga ketersediaan.
Pantauan di pasar, harga gula pasir masih bertahan di atas HET atau rata-rata Rp13.000 per kg.
“Meski harga naik, tapi pembelian tetap stabil,” ujar pedagang sembako di Pusat Pasar Medan, Acai.
https://www.youtube.com/watch?v=QGbrn6Y8SsE
Persediaan Gula di Sumut Masih Aman, Bulog Siap Lakukan Operasi Pasar