Gabriella Tewas Dibantai KKB, 250 Nakes Gelar Aksi: Kami Datang untuk Melayani Bukan Membunuh

- Jumat, 17 September 2021 08:20 WIB

digtara.com – Seorang tenaga kesehatan (Nakes) di di Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua tewas mengenaskan setelah dibantai secara keji oleh kelompok separatis atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Hal itu memicu aksi solidaritas dari para Nakes yang bertugas di Kota Oksibil, Ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang.

Mereka melakukan aksi long march dan membakar 1.000 lilin sebagai tanda duka atas gugurnya rekan mereka mendiang Gabriella Meilani korban kekerasan KKB di Kiwirok pada Senin (13/09/2021).

Baca: 9 Nakes Korban KKB Kiwirok Tiba di Jayapura, “Kami Ditikam dan Didorong ke Jurang”

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito SIK mengatakan aksi long march dimulai pukul 15.00 WIT- 18.00 WIT diikuti 250 Nakes di Pegunungan Bintang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Sabinus Urapmabin.

Petugas mengevakuasi Nakes korban kebrutalan KKB. (foto:reportasepapua)

“Rute diawali dari Jalan Kabiding menuju Pertigaan Mabilabol dilanjutkan pernyataan sikap dan bakar seribu lilin dilanjutkan kembali aksi damai long march dan pemasangan bendera hitam sebagai tanda duka yg mendalam atas gugurnya rekan sejawat Nakes dalam tugas pengabdian pelayanan kesehatan di Distrik Kiwirok,” terang Kapolres melansir reportasepapua.co.id, Jumat (17/9/2021).

Dalam orasinya, para Nakes menegaskan kalau tenaga kesehatan hadir di Pegunungan Bintang bukan untuk membunuh apalagi dibunuh tetapi melayani dengan ikhlas untuk menjaga masyarakat tetap dalam kondisi sehat.

“Nakes adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat yang seharusnya dilindungi oleh negara dan seluruh lapisan masyarakat, sehingga mereka prihatin dengan kejadian yang dialami rekan mereka nakes di Puskesmas Kiwirok,” jelas Kapolres.

“Jangan salahkan Nakes jika pelayanan kesehatan kepada masyarakat terhenti,” jelas seorang orator.

Diberitakan sebelumnya, KKB atau Kelompok Kriminal Bersenjata Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alipki Taplo menyerang Distrik Kiwirok Senin (13/09/2021) kemudian melakukan pembakaran sejumlah fasilitas umum termasuk Puskesmas, Gedung sekolah dan Bank Papua.

Usai aksi pembakaran empat Nakes dinyatakan hilang. Tiga orang di antaranya sudah ditemukan namun nasib naas dialami Suster Gabriela. Dia ditemukan meninggal dunia di dasar jurang sedalam 500 meter.

Satu orang tenaga medis lainnya Kristina Sampe ditemukan masih hidup namun mengalami luka di sekujur tubuhnya. Satu tenaga kesehatan lainnya Gerald Sukoi masih hilang sampai saat ini.

“Hingga saat ini jenazah belum bisa dievakuasi karena sulitnya Medan di kedalaman sekitar 500 M juga cuaca di Kiwirok yang tidak mendukung dilaksanakan evakuasi,” jelas Kapolres.

Nakes tewas

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Nusantara

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Nusantara

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Nusantara

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Nusantara

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Nusantara

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa