digtara.com – Abdul Latif Lubis satu-satunya pelajar Tapanuli Selatan (Tapsel), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), lulus testing dan diterima melanjutkan studi pada tahun akademik 2021 di Universitas Al-Ahgaff Markas Lughoh Arabiah, Hadhramaut – Yaman. Pelajar Tapsel Kekurangan Biaya
Namun, besarnya biaya dibutuhkan hingga puluhan juta, membuat harapan dan cita-cita Latif terancam gagal. Sementara pihak Universitas Al-Ahgaff Markas Lughoh Arabiah, Hadhramaut – Yaman, tanggal 01 Oktober 2021 sudah mengundang untuk daftar ulang kembali sebelum Februari 2022 batas waktu pemberangkatan ke Yaman.
Prihatin dengan nasib Abdul Latif Lubis, Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, Imran Syah Ritonga, menyambangi santri alumni Al-Yusufiyah Desa Holbung, Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Baca: Dua Tahun Menderita, Balita di Padangsidimpuan Butuh Bantuan Biaya Berobat
“Ini sekedar memberikan perhatian dan bantuan untuk adik kita itu bisa berangkat melanjutkan studinya ke Yaman dan semoga saudara-saudara yang lain juga turut memberikan motivasi kepada adinda ini. Dan saya berharap pelajar terpilih ini tidak patah semangat dengan kondisi tersebut,” kata Imran Syah Ritonga.
Sementara itu, Abdul Latif Lubis, dibalik niat kuatnya kuliah, remaja kerap kenakan sorban berusia 20 tahun itu menyadari betul bagimana kehidupan ekonomi keluarganya, yang hanya bergantung hidup dari pekerja kebun orang lain. Sementara kebutuhan biaya untuk melanjutkan studinya ke Universitas Al-Ahgaff Markas Lughoh-Yaman lumayan besar (ukuran ekonomi lemah).
Baca: Dua Tahun Menderita, Balita di Padangsidimpuan Butuh Bantuan Biaya Berobat
“Saya Pak, hanya pasrah dan berdoa banyak kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada Bang Imran Syah Ritonga yang sudah memperhatikan kondisi saya untuk mengejar cinta-cita melanjutkan kuliah ke Yaman,” ucap Latif lirih.
Lanjut Latif, anak dari Marwan Lubis (58) ini hanya bekerja sebagai buruh dikebun orang mengisahkan bahwa dia terlahir di dunia tidak seperti kebanyakan orang-orang seusianya yang serba berkecukupan.
“Walaupun kondisi ekonomi kami kekurangan, akan tetapi saya terus berdoa semoga Allah SWT memberikan jalan untuk saya berangkat,” harap Latif.
Abdul Latif Lubis, Pelajar Tapsel yang Diterima di Yaman Kekurangan Biaya Berangkat