Jualan Souvenir Khas Bali untuk Donasi bagi Anak Kurang Mampu

Imanuel Lodja - Sabtu, 06 November 2021 09:36 WIB

digtara.com – Pasangan suami istri di Kupang, NTT Rudy Taolin bersama istrinya Ni Komang Tripena Camelya, serta kakak ipar Niluh Ratna Marianti melakukan kegiatan sosial membantu anak kurang mampu.

Ketiganya melakukan aksi sosial “Keluarga Komang Peduli Anak NTT”.

Mereka menjual pernak-pernik atau oleh-oleh khas Bali, yang hasil penjualannya didonasikan seluruhnya kepada anak-anak yang kurang mampu.

Dengan menggunakan satu unit mobil pick up, Rudy Taolin, Ni Komang Tripena Camelya dan Niluh Ratna Marianti setiap hari pada jam tiga sore, ngetem di jembatan Petuk Maulafa, Kota Kupang.

Lokasi ini dipilih mereka karena ramai dikunjungi warga yang hanya ingin berfoto-foto berlatar jembatan, maupun jogging.

“Kami dari keluarga Komang punya dedikasi untuk anak-anak di NTT. Setelah dari Bali dan berkeliling di Kupang, kami banyak ketemu anak-anak yang kurang mampu,” ujar Rudy saat ditemui, Sabtu (6/11/2021).

Menurut Rudy, tahun lalu dia bersama sang istri dan kaka iparnya membuat kegiatan yang sama, namun dikhususkan bagi lansia.

Para lansia yang dibantu keluarga Komang adalah, berkategori tidak mampu di pinggiran kota atau di desa-desa.

“Tahun ini kami targetnya untuk anak-anak. Hasil penjualan ini akan kami donasikan dalam bentuk kegiatan,” ujarnya.

Rudy mengatakan, kegiatan yang akan mereka lakukan bertemakan natal yakni, Christmas Kids.

“Kami akan selenggarakan dalam bulan ini di Kecamatan Kupang Barat karena anak-anak disana memang butuh uluran tangan,” ujarnya.

Souvenir dijual dengan harga paling tinggi adalah, Rp 5000.000.

“Ya ini sangat terjangkau dan diharapkan bisa bantu anak-anak disana,” ungkapnya.

Souvenir yang dijual ada yang disumbang oleh para sponsor di Bali, ada juga yang mereka beli sendiri untuk dijual kembali.

Kegiatan mereka bertiga murni untuk kegiatan sosial, karena menurut Rudy, dia dan istri serta kakak iparnya rindu melayani anak-anak yang kurang mampu di NTT.

“Awalnya, saat kami keliling NTT, kami melihat sebagian anak-anak kehidupannya masih dibawa standar. Seperti berpakaian yang sudah tidak layak, makanan yang kurang baik untuk pertumbuhan dan sebagainya, jadi kami Keluarga Komang berpikir bahwa anak-anak seperti ini harus kita bantu,” cerita Rudy.

Rudy menambahkan, untuk membantu sesama cukup dengan hal-hal sederhana.

Tidak harus menunggu kaya atau berkelimpahan terlebih dahulu.

“Selain kami menjual souvenir, kami juga menerima donasi pakaian layak pakai dari orang lain, yang nantinya akan kami bagikan kepada anak-anak yang membutuhkan. Jika ada yang ingin berdonasikan kelebihannya, kami menunggu,” tutupnya.

 

Jualan Souvenir Khas Bali untuk Donasi bagi Anak Kurang Mampu

Editor
: Imanuel Lodja

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Nusantara

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Nusantara

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Nusantara

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Nusantara

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Nusantara

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo