Akses Jalan Putus Dihantam Banjir Lahar Dingin di Ile Ape Lembata NTT

Imanuel Lodja - Sabtu, 13 November 2021 11:04 WIB

digtara.com – Banjir lahar dingin kembali melanda Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Jumat (12/11/2021) kemarin.

Akibatnya, akses jalan utama yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Ile Ape dan satu desa di Kecamatan Ile Ape Timur putus.

Akses jalan ke empat desa yang terputus adalah, Tanjung Batu, Amakaka dan desa Napasabok di kecamatan Ile Ape, serta desa Jontona di Kecamatan Ile Ape Timur.

Baca: Cuaca Masih Tak Menentu, Warga di Pinggiran Sungai Deli Siaga Banjir Susulan

Banjir lahar dingin terjadi sekitar pukul 11.15 Wita, pasca-hujan deras mengguyur dua kecamatan tersebut.

Menurut warga setempat, banjir lahar dingin itu terjadi akibat hujan deras di puncak gunung api Ile Lewotolok.

Akses Jalan Putus Dihantam Banjir Lahar Dingin di Ile Ape Lembata NTT

Baca: Daftar Tiga Kapolres Baru di Polda NTT yang Diserahterimakan Hari Ini

“Hujan lebat di gunung sejak tadi malam sampai tadi pagi,” kata warga desa Napasabok, Goris Nimanuho.

Menurutnya, saat ini akses jalan dari dan ke beberapa desa di Ile Ape dan Ile Ape Timur, bahkan ke Kota Lewoleba pun menjadi terhambat.

Dia meminta pemerintah mengambil tindakan serius untuk membangun jembatan darurat dalam waktu dekat, kalau tidak warga dua kecamatan itu bisa terisolasi.

“Sekarang warga sedang kerja untuk angkat batu supaya kendaraan yang lewat bisa aman,” ujar Goris.

Akibat banjir lahar dingin ini pun membuat sebagian warga panik dan takut, bahkan ada yang nekat mengungsi.

Baca: Kesenggol Truk saat Akan Menyalip, Pemotor di NTT Meninggal di Rumah Sakit

Kepala desa terpilih desa Amakaka, Ambo Langobelen meminta agar pemerintah kabupaten Lembata harus membangun jembatan untuk mempermudah akses transportasi, mengingat jalan itu merupakan satu-satunya akses penghubung untuk semua desa di Ile Ape dan Ile Ape Timur.

“Itu satu-satunya jalan utama, jadi kalau seperti ini maka mau tidak mau harus ada jembatan,” ungkap Ambo.

Ambo berharap pemerintah daerah melalui dinas teknis seperti PUPR dan BPBD bisa segera bertindak mencari jalan keluar, sebab potensi banjir lahar dingin dan faktor ikutan lainnya pun dipastikan masih bisa terjadi.

Akses Jalan Putus Dihantam Banjir Lahar Dingin di Ile Ape Lembata NTT

Editor
: Imanuel Lodja

Tag:
NTT

Berita Terkait

Nusantara

Lagi, Korban Tenggelam Saat Nonton Kapal Kandas di Sumba Barat Daya Ditemukan

Nusantara

Berkas Perkara Penyelundupan Manusia P21, Tersangka WNA Bangladesh Dilimpahkan ke Kejaksaan

Nusantara

Polda NTT Bantu Pencarian Dua Nelayan Paga yang Hilang di Perairan Sikka

Nusantara

Polresta Kupang Kota-Imigrasi TPI Kupang Bahas Masalah TPPO dan Imigran Gelap

Nusantara

Aniaya Paman Hingga Tewas, Kakak Beradik di Manggarai Barat Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Nusantara

Baling-baling Mesin Perahu Terlepas, Dua Nelayan di Kabupaten Sikka Hilang di Laut