Pupuk Langka di Tapsel, Petani: Pak Bupati, Kami Butuh Solusi Bukan Hanya Alasan

Amir Hamzah Harahap - Rabu, 17 November 2021 10:44 WIB

digtara.com – Petani di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kesal dengan sikap pemerintah kabupaten (Pemkab). Pupuk Langka di Tapsel

Pasalnya, Pemkab hanya bisa memberikan alasan kenapa harga pupuk subsidi menjadi mahal.

Menurut petani, seharusnya pemerintah kabupaten mencari solusi agar harga pupuk terjangkau dan tersedia.

Baca: Harga Pupuk Melambung, Bupati Tapsel Dinilai Gagal Stabilkan Harga

“Tadi saya baca di media online. Katanya harga pupuk subsidi dan non subsidi naik karena hal ini dan hal itu. Lha? Yang kami butuhkan itu harga pupuk bisa murah dan terjangkau, bukan alasan ini dan itu dari pemerintah. Kesal saya bacanya. Pejabat-pejabat ini tak bisa memberi solusi ya?” ujar Oloan petani padi dan cabai di Desa Sipangko, Kecamatan Angkola Muaratais, saat dihubungi Rabu (17/11/2021) di sawahnya.

Terkait tingginya harga pupuk non subsidi dan langkanya pupuk bersubsidi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Dinas Pertanian Tapanuli Selatan menggelar rapat terbatas.

Baca: Petani Tapsel Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi, Minta Perhatian Pemerintah

Rapat yang di Aula Dinas Pertanian Tapanuli Selatan di Sipirok tersebut membahas evaluasi pupuk bersubsidi.

“Rapat rapat aja kerjanya, terus menyalahkan Kami petani, karena katanya kami tak bawa KTP waktu menebus pupuk di kios dan distributor. Maksudnya apa coba? Apa dipikirnya kami bodoh. Jangankan KTP, uang transportasi pupuk subsidi dari gudang ke kios aja kami bayar. Jangan salahkan Kami lah, kami cuma minta harga pupuk bisa terjangkau,” lanjut Oloan.

Namun demikian, Oloan berharap, agar Bupati Tapanuli Selatan segera turun tangan untuk menstabilkan harga pupuk subsidi dan non subsidi. Karena pupuk merupakan kebutuhan utama petani untuk bercocok tanam.

Saat ini, ditengah masyarakat petani di Kecamatan Angkola Muaratais sedang melambung tinggi.

Untuk pupuk urea subsidi pemerintah, biasanya mereka membeli 140 ribu rupiah per zak ukuran 50 kg ke kelompok tani, namun saat ini naik menjadi 200 ribu rupiah.

Harga pupuk non subsidi juga melambung tinggi di kalangan pengecer. Seperti Pupuk NPK Komplit naik 3 ribu rupiah per kilogram dari 13 ribu menjadi 16 ribu rupiah.

Baca: Hebat! Bobby Sulap Sampah di Pasar Induk Laucih Jadi Pupuk Organik

Pupuk NPK dari 10 ribu rupiah menjadi 14 ribu rupiah perkilogram. NPK naik dari 10 ribu rupiah menjadi 14 ribu rupiah perkilogram.

Kenakan harga tertinggi terjadi pada Pupuk KCL, naik 100 persen dari 7 ribu rupiah menjadi 14 ribu rupiah perkilogram.

Sementara Pupuk Hamaphos naik dari 8 ribu rupiah menjadi 13 ribu rupiah per kilogram.

Dengan kenaikan dan kelangkaan pupuk subsidi seperti ini, petani pesimis musim tanam ini akan berjalan sesuai program.

Pupuk Langka di Tapsel, Petani: Pak Bupati, Kami Butuh Solusi Bukan Hanya Alasan

Editor
: Amir Hamzah Harahap

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Pemilik Pesantren di Tapanuli Selatan Dilaporkan Polisi atas Dugaan Kekerasan Seksual

Nusantara

Hajab! Ada Kepsek di Tapsel Jarang Masuk

Nusantara

Gagal Bangun Desa! Warga Parsalakan Tapsel Pajang Baliho Rapor Merah Kepada Kadesnya

Nusantara

Korwil Sayur Matinggi Gelar Olimpiade Sains Nasional dan Calistung

Nusantara

495 Rumah di Padangsidimpuan Rusak-223 Rumah di Tapsel Terendam Akibat Banjir

Nusantara

Gus Irawan - Jafar Syahbuddin: Ini Kemenangan Warga Tapsel