digtara.com – Jalan menuju Desa Sigiring-giring Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tampak dipenuhi lumpur, Senin (29/11/2021). Akibatnya aktifitas warga terganggu, telebih di musim hujan. Jalan SDH Kubangan Kerbau
Desa Sigiring-Sigiring terdiri dari lima dusun, yakni Dusun Lobu, Dusun Sungai Pining, Dusun Huta Tonga, Dusun Turunan dan Dusun Sigiring-Giring. Didiami lebih dari 500 KK, yang hingga kini masih merasakan buruknya infrastruktur jalan sepanjang 20 KM.
Hal ini membuat pemasaran hasil bumi, seperti karet, kulit manis dan tanaman lainnya menjadi lebih mahal untuk dibawa ke Kecamatan Sipirok.
Baca: Warga Demo Jalan Rusak di Payaroba, Sekda Binjai: Tahun 2022 Jalan Akan Dibeton
Sedangkan tahun 2021, Pemkab Tapsel hanya membangun jalan hotmix sepanjang 1,5 KM dengan pagu anggaran 1,5 miliar. Itupun di ujung jalan penghubung Desa Situnggaling dan Desa Sigiring-Giring.edangkan di Desa tersebut sudah lima tahun tak diperbaiki.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Tapsel, Sawal Pane yang juga terpilih dari dapil SDH ketika dihubungi digtara.com mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah disampaikan dalam pembahasan.
“Saya sudah sampaikan itu, kendalanya pemkab Tapsel membangun infrastuktur jalan sepanang 20 kilometer tersebut hanya periodik. Harusnya dihampar batu dulu semua, baru tahun depannya diaspal,” kata Sawal Pane.
Sementara itu, Kabid Bina Marga II, Dinas PUPR Kabupaten Tapsel, Budi Amin, ketika dikonfirmasi apakah ada usulan pembangunan untuk daerah SDH baik dari APBD daerah atau Provinsi dan APBN untuk tahun depan belum memberikan jawaban.
Tak Pernah Selesai, Jalan SDH Tapsel Bak Kubangan Kerbau