digtara.com – Pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menimbulkan kesenjangan. Carut Marut Pupuk SubsidiÂ
Pasalnya, pendistribusian pupuk ke Kelompok Tani di Kecamatan Angkola Muaratai dalam sepekan terakhir dinilai tak adil.
Anggota kelompok tani di kecamatan lain mendesak distributor untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi kepada mereka.
“Kami kok tidak disalurkan? Kenapa hanya Kecamatan Angkola Muaratais? Kami juga butuh pupuk bersubsidi. Apalagi ini sudah mulai musim tanam,” ujar Boru Nasution(53), anggota kelompok tani di Desa Benteng Huraba, Kecamatan Batang Angkola, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (30/11/2021).
Baca: Ramai Diberitakan, Pupuk Subsidi Mendadak ‘Cair’ di Tapsel
Sementara itu, anggota kelompok tani lainnya di Kecamatan Sayur Matinggi, sudah gerah berbicara soal pupuk subsidi.
“Udah malas cakap pupuk subsidi Pak, Bulan Agustus lalu datangnya pupuk sama kami, cuma jumlahnya dikit. Kita butuhnya 200 kg, eh yang datang cuma 50 kg. Habis itu tak datang datang lagi pupuknya,” ujar Nasti (42), anggota kelompok tani di Desa Siunjam Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam pemantauan awal media di berbagai Kelompok tani di kecamatan lain, seperti di Kecamatan Tano Tombangan, juga belum mendapatkan pupuk bersubsidi seminggu belakangan ini. Padahal sebagai besar petani sudah memulai musim tanam.
Saat issu pupuk subsidi mencuat di Tapanuli Selatan seminggu belakangan, distributor sudah menyampaikan berbagai jawaban bahwa pupuk bersubsidi tidak langka. Mulai dari berkurangnya jatah pupuk subsidi untuk Tapanuli Selatan, ketersediaan pupuk yang belum tersalurkan, petani kurang paham dalam penyusunan e-RDKK, hingga miskomunikasi antara distributor dengan petani.
Terakhir, saat Reskrim Polres Tapanuli Selatan melakukan pemeriksaan ke gudang pupuk Pusri di Sitataring dan Gudang GCS di Palopat Maria. Ternyata tidak ada stok pupuk bersubsidi untuk Tapanuli Selatan di dua gudang tersebut.
Carut Marut Pupuk Subsidi di Tapsel Timbulkan Kesenjangan di Kalangan Kelompok Tani