digtara.com – Harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Tebingtinggi masih mengalami kenaikan mencapai 50-80 persen, Kamis (20/1/2022).
Di Pasar Gambir, kelurahan Pasar Gambir, Kecamatan Tebingtinggi Kota, harga minyak goreng curah perliternya mencapai 18 ribu rupiah. Sedang harga minyak goreng premiumnya perliternya mencapai 16 ribu rupiah.
Ketika di konfirmasi wartawan, salah seorang pedagang Anto (48) mengatakan, minyak goreng curah dan permium belum ada penurunan.
“Kenaikan harga minyak goreng ini sudah terjadi sejak 3 bulan yang lewat,” kata Anto.
Baca: Imbas Kenaikan Harga Minyak Goreng, Produksi Peyek Rumahan Terancam Tutup
Dengan harga segitu, kata Anto, omset penjualan menurut hingga 30-50 persen karena sepi pembeli.
“Walau ada yang datang cukup hanya membeli seberapa kebutuhannya saja, tidak seperti hari-hari biasanya saat minyak goreng belum naik,” lanjutnya.
Dirinya berharap kepada pemerintah kota melalui dinas perdagangan kota Tebingtinggi, untuk cepat mengambil solusi agar harga minyak goreng bisa normal kembali.
Baca: Harga Telur dan Minyak Goreng Melambung, Kemendag Bilang Begini
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan kota Tebingtinggi, Zahidin mengatakan, untuk menekan harga, pihaknya sudah menggelar Pasar murah untuk mengendalikan harga.
Zahidin mengatakan, pihaknya telah menjual sebanyak 3,7 ton minyak goreng, pada momen Natal dan Tahun Baru lalu.
“Kita juga sudah berkoordinasi dengan Disperindag Provsu untuk pelaksanaan Pasar Murah minyak goreng dengan harga 14 ribu per liter. Selanjutnya kita menunggu jadwal dari Disperindag Provsu,” terang Zahidin.