Kuatnya Pengaruh Bupati Terbit Rencana Sampai Jenderal Bintang Tiga Turun Tangan

Arie - Sabtu, 05 Februari 2022 02:19 WIB

digtara.com – Kuatnya pengaruh Bupati Langkat non aktif, Terbit Rencana Perangin-angin terhadap masyarakat sekitar, membuat Jenderal bintang tiga turun tangan.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Agus Andrianto, pun menyambangi Mapolda Sumut untuk mengasistensi kasus ini.

Dia meminta Polda Sumut mengusut tuntas kasus ini. Pasalnya, kerangkeng manusia yang telah menewas tiga tahanan ini telah jadi atensi Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.

Baca: Terkait Kerangkeng Manusia di Rumah Terbit Rencana, Begini Penjelasan Kapoldasu

Agus menambahkan kasus tersebut harus diselesaikan secara tepat.

Mantan Kapolda Sumut ini juga menepis bahwa kerangkeng manusi itu adalah bentuk perbudakan modern.

“Saya rasa itu bukan perbudakan modern, orang yang mengambil kekuatan, keuntungan dari orang yang tidak berdaya dengan memanfaatkan kekuatan OKP,” ucapnya kepada wartawan, Jumat kemarin.

Baca: Rumah Terbit Rencana Perangin Angin Ditemukan Kerangkeng Manusia, Polda Sumut Lakukan Penyelidikan

Berbanding terbalik, dengan apa yang dirasakan oleh warga di sekitar kediaman sang Bupati.

Kerangkeng yang dibuat di belakang rumahnya ternyata tak membuat warga yang dijebloskan ke sana merasa jadi korban.

Sebagian bungkam karena kuatnya pengaruh sang mantan ketua ormas itu.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, tahanan itu mengaku diperlakukan secara baik.

“Ada yang selama empat tahun di dalam tahanan tetapi nggak merasa jadi korban. Jadi seolah-olah diperlakukan secara baik-baik,” ujar Edwin dalam konferensi pers secara daring, pekan lalu.

Sejak berdiri 10 tahun silam, kerangkeng tersebut digaungkan sebagai tempat rehabilitasi bagi pecandu narkotika dan remaja nakal.

Namun lokasi yang disebut sebagaimana tempat pembinaan oleh Bupati nonaktif Langkat itu belum mendapat izin.

Baca: Kena OTT KPK, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin Diterbangkan ke Jakarta

Sampai akhirnya KPK melakukan OTT yang menyeret namanya dan menggerebek lokasi tersebut. Saat itulah Migrant Care menemukan lokasi tersebut.

Komnas HAM, Polda Sumut dan LPSK kemudian turun melakukan investigasi.

Kuatnya Pengaruh Bupati Terbit Rencana Sampai Jenderal Bintang Tiga Turun Tangan

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Nusantara

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Nusantara

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Nusantara

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Nusantara

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Nusantara

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo