Sejumlah Siswa dan Guru Terpapar Covid-19, Pemkot Kupang Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

Imanuel Lodja - Selasa, 22 Februari 2022 07:59 WIB

digtara.com – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan Kota Kupang mengeluarkan kebijakan menghentikan aktivitas sekolah tatap muka dari PAUD, TK, SD hingga SMP. Kupang Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

Siswa di Kota Kupang kembali menjalani sistem pembelajaran secara online.

Kebijakan ini diambil setelah sejumlah siswa, guru dan pegawai sekolah terpapar virus covid 19.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, Selasa (22/2/2022) di kantornya menjelaskan ada 9 taman kanak-kanak dan kelompok bermain di Kota Kupang yang terpapar virus covid 19.

Baca: Berkas Perkara Dilimpahkan ke Kejari Kupang, Kasus Penganiayaan IRT Yang Libatkan Onum TNI AD Segera Direka Ulang

Dari sembilan PAUD di Kota Kupang, ada 10 siswa terpapar virus covid 19,” ujarnya.

Sementara itu untuk tingkat sekolah dasar, ada enam siswa dari lima sekolah dasar yang terpapar covid 19.

Ada pula 16 siswa, 4 guru dan pegawai di 10 SMP di Kota Kupang juga terkena covid 19.

Baca: Dua Hari Dibawa Nginap, Siswi SMA di Kupang Laporkan Pacar Kasus Pencabulan

“Data itu per Senin (21/2/2022) pagi. Sementara pada siang hari ada tambahan yakni di 9 PAUD ada tambahan 3 siswa. Sekolah dasar dari 5 SD ada tambahah 7 siswa dan guru serta dari 10 SMP ada tiga tambahan angka covid 19,” urai Kepala Dinas.

Diakui nya kalau trend penyebaran covid 19 bagi guru dan siswa di Kota Kupang mengalami kenaikan.

Disebutkan bahwa sesuai SKB 4 menteri, bila ada sekolah yang siswa nya terpapar maka perlu hentikan proses belajar tatap muka selama dua minggu.

Namun Dinas Pendidikan Kota Kupang memilih meliburkan siswa dan siswa menjalankan pembelajaran secara online selama satu bulan yakni sejak 22 Februari hingga 22 Maret 2022.

Hal ini atas berbagai pertimbangan.

“Jika 1 siswa terpapar maka menularkan pada orang tua dan keluarga, juga ke teman-teman sehingga kami konsultasi dengan walikota maka disepakati pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama 1 bulan,” tambah Kepala Dinas.

Langkah ini dilakukan untuk memotong mata rantai agar virus covid 19 jangan berkembang.

Kepala dinas juga menggelar zoom meeting dengan kepala PAUD, Kepsek SD hingga SMP guna menjelaskan langkah antisipasi sebagai hal yang terbaik.

Jika sebelum tanggal 22 Maret trend penyebaran virus covid 19 menurun maka bisa kembli pada proses belajar mengajar tatap muka.

“Tetapi jika trend penyebaran covid 19 tidak menurun atau meningkat maka sekolah online diperpanjang,” tegasnya.

Dinas pendidikan membantu pemerintah untuk memotong mata rantai penyebaram covid 19.

Vaksin disesuaikan

Kepala dinas Pendidikan juga menyebutkan bahwa pelayanan vaksin dosis 1 bagi siswa di Kota Kupang sudah mencapai 60 persen dan masih terus berjalan.

Pelayanan vaksin dosis 2 pun sudah dilakukan bagi siswa yang sudah mendapatkan pelayanan vaksin dosis 1.

Terkait kelanjutan pelayanan vaksin saat pemberlakuan sekolah online, Kepala Dinas mengaku kalau pihaknya berkoordinasi dengan pihak lain untuk percepatan vaksinasi.

Pelayanan vaksin diatur jadwal nya agar jangan ada penumpukan siswa maupun guru.

Sejumlah Siswa dan Guru Terpapar Covid-19, Pemkot Kupang Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

Editor
: Imanuel Lodja

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Nusantara

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Nusantara

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Nusantara

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Nusantara

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Nusantara

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo