digtara.com – Puluhan petani asal Siantar-Simalungun yang tergabung dalam Kelompok Tani Ombudsman menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro, Kota Medan.
Ketua Kelompok Tani Ombudsman, Lipen Simanjuntak meminta kepada Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi agar dapat menyelesaikan masalah harga pupuk yang mahal.
“Jangan sampai gagal panen. Anak-anak juga jadi gagal untuk mendapatkan pendidikan di sekolah karena tidak ada biaya untuk sekolah,” katanya Senin (1/3/2022).
Lipen mengancam akan melakukan demonstrasi di istana negara bila persoalan ini tidak selesai.
“20 hari setelah aksi ini, tidak mendapatkan tanggapan dari Gubernur Sumut. Kita akan menggelar aksi ke istana negara untuk menjumpai pak Jokowi,” kata Lipen.
Lipen menjelaskan, untuk pupuk Urea sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 112.500/zak dan pupuk Phonska Rp 115.000/zak. Tapi, dijual kepada penyalur ke petani kedua pupuk itu, dengan harga Rp 140 ribu hingga Rp 200 ribu/zak.
“Harga pupuk subsidi yang mahal itu, membuat kami tidak tahu bagaimana lagi mau bertani. Makanya, kami mengeluhkan ini kepada Bapak Edy Rahmayadi,” ucap Lipen.
Massa pengunjuk rasa juga merasa bantuan yang diberikan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar berupa bibit pertanian seperti bibit jagung, bibit kacang kedelai, kurang baik.
Diketahui, massa merupakan para petani asal Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.